/
Senin, 18 Juli 2022 | 13:20 WIB
Pixabay/Skitterphoto

Selebtek.suara.com - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sangat serius dan tidak main-main mengusut kasus tewasnya Brigadir J yang tewas tertembak Bharada E di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo 

Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Saputra Hasibuan mengatakan bahwa dikerahkannya empat Komisaris Jenderal (Komjen) yang terlibat dalam tim khusus yang dibentuk kasus baku tembak polisi, merupakan hal yang baru terjadi. 

"Kapolri berani membentuk tim khusus yang diketuai Wakapolri. Baru kali ini ada seperti ini, baru kali ini dalam sejarah Polri. Hampir 30 tahun saya mengamati kinerja Polri," ujar Edi dikutip dari PMJ News, Senin (18/7/2022).

Edi menyebutkan, langkah Kapolri tersebut telah menorehkan sejarah baru dalam sisi kepemimpinan Polri. Umumnya, kasus pidana yang menjadi sorotan publik dipimpin seorang Kabareskrim.

"Ini sejarah, Kapolri membentuk tim khusus yang dipimpin Wakapolri. Biasanya kan paling-paling Kabareskrim. Kalau Kabareskrim mah sudah biasa orang memang kerjaannya. Dan ini kita lihat ada empat komjen ada di sini," jelas Edi.

"Artinya ini semacam atensi sangat penting buat Kapolri, tidak main-main ya," sambungnya.

Edi menambahkan, Polri perlu menuntaskan kasus tersebut dengan segera untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

"Yang perlu dijaga Polri saat ini adalah trust (kepercayaan) masyarakat. Ada keraguan terhadap Polri, maka Polri harus melakukan sesuatu untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tandasnya.(*)

Sumber: PMJ News

Baca Juga: Indonesia Bawa Pulang 6 Medali di Olimpiade Matematika Internasional di Norwegia

Load More