/
Senin, 18 Juli 2022 | 15:06 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Naiknya harga tiket masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 juta per orang ternyata tak disambut baik. Warga di sekitar Taman Nasonal menolak kebijakan itu dengan berdemo di di Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin siang.

Mereka yang berdemo berasal dari Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat.

"Kami mengajak pemerintah untuk mencermati kembali beberapa poin penting seputar rencana itu," kata Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat Rafael Todowela di hadapan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Selumlah warga yang ada di dalam asosiasi pelaku wisata itu juga menyampakan aspirasinya. Mereka menganggap menaikkan tarif masuk sebesar Rp3,75 juta per orang untuk periode satu tahun yang berlaku mulai 1 Agustus 2022 sangat merugikan masyarakat Manggarai Barat dan NTT yang selama ini hidup dari sektor pariwisata.

Mereka berasumsi naiknya harga tiket akan memengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Flores.

Ditambah lagi pembangunan menaikkan tarif masuk sebesar Rp3,75 juta per orang untuk periode satu tahun yang berlaku mulai 1 Agustus 2022 sangat merugikan masyarakat Manggarai Barat dan NTT yang selama ini hidup dari sektor pariwisata.

Hal ini pun dinggap kan mematikan mata pencaharian masyarakat yang umumnya berskala kecil dan menengah. Hal ini merugikan masyarakat pelaku pariwisata dan menghambat pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Pada saat ini, sejumlah wisatawan telah membatalkan kunjungan mereka ketika mendengar informasi kenaikan tiket ini," ucap Rafael.

Selain itu, kebijakan ini akan mematikan warga lokal secara ekonomi karena adanya praktik monopoli bisnis pariwisata di tangan segelintir orang dengan memosisikan PT Flobamora dan para mitra bisnis lain untuk menjadi penguasa atas pariwisata di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Baca Juga: Jefri Nichol Puji Ketampanan Refal Hady, Netizen: Ngeri Kalau Ganteng Muji yang Ganteng

"Kunjungan berbasis kuota yang dikuasai PT ini sangat berpotensi merugikan para pelaku pariwisata setempat karena akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat," kata dia.

Sumber: Suara.com

Load More