Bisnis / Energi
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB
Kementerian ESDM memastikan CNG hanya alternatif bukan pengganti LPG 3kg.
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menegaskan pengembangan CNG dilakukan secara bertahap sebagai alternatif, bukan pengganti LPG tabung tiga kilogram nasional.
  • Pemerintah tengah menjalankan pilot project serta melakukan analisis aspek keselamatan bersama lembaga terkait sebelum CNG resmi diedarkan.
  • Pengembangan CNG bertujuan menekan ketergantungan impor LPG karena bahan baku gas tersebut melimpah dan tersedia di dalam negeri.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) bukan sebagai pengganti LPG tabung 3 kilogram, melainkan hanya sebagai alternatif. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyebut kini pengemabangannya akan dilakukan secara bertahap. 

"Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama. Cuma kalau kita bilang pengganti, itu masif, sangat besar. Kalau alternatif ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (13/5/2026). 

Kementerian ESDM CNG Bukan pengganti LPG 3 kg. Desain Suara.com/AI

Laode menjelaskan bahwa pengembangan CNG akan dilakukan melalui pilot project, dan pada saat ini sudah mulai dilakukan. 

"Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project," kata Laode. 

Di samping itu, terkait pengembangan CNG, Laode menyebut bahwa pemerintah saat ini sedang menganalisis aspek keselamatannya. Mengingat CNG memiliki tekanan tinggi, sehingga perlu mempertimbangkan faktor keamanannya jika nantinya akan diedarkan mengggunakan tabung, seperti LPG 3 kilogram. 

Untuk itu Kementerian ESDM tengah mengkonsolidasikan dengan sejumlah lembaga terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Standardisasi Nasional, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan. 

"Aspek keselamatannya ini bukan hanya dari kementerian SDM, tapi juga ada dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan sama BSN yang menerbitkan standarnya," kata Laode. 

"Ini semua kita sedang konsolidasikan semua,  agar aspek ini bisa kita handle. Ini juga sedang disiapkan agar kita bisa segera mengimplementasikannya," sambungnya. 

Baca Juga: Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa

Sebagaimana diketahui pengembangan CNG bertujuan untuk menekan ketergantungan terhadap impor LPG. Tercatat sebanyak 80 persen kebutuhan LPG nasional masih bergantung dari pasokan yang berasal dari luar negeri. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap CNG dipilih karena bahan bakunya yang melimpah dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Berbeda dengan LPG yang bahan bakunya harus diimpor dari luar negeri. 

Load More