Selebtek.suara.com - Kabar penjemputan paksa Medina Zein beberapa waktu lalu menuai kehebohan dan masih ramai diperbincangkan.
Kali ini, Tien Wartini yang merupakan Ibunda Medina Zein akhirnya memberikan tanggapan mengenai penangkapan anaknya tersebut.
Seperti yang diketahui bahwa Medina Zein terjerat kasus hukum akibat pencemaran nama baik. Sang Ibunda merasa hanya bisa pasrah dan menerima konsekuensi hukuman untuk putrinya tersebut dan berharap Medina Zein bisa mengambil pelajaran lain dari kasus ini.
Tien Wartini juga berharap sang putri bisa mengambil hikmah atas sikapnya yang kurang baik kepada orang lain.
Medina Zein dijerat hukuman penjara dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
“Ibu juga bingung gitu kenapa (Medina) begitu. Ibu sudah berusaha mendidik dia dari kecil, pesantren dia alami, sekolah agama juga sudah dialami,” ujar Tien.
Selain itu, Ibunda Medina Zein juga berharap bahwa kedepannya putrinya bisa berpikir dengan matang sebelum melakukan sesuatu.
Hal ini dimintanya agar Medina tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya sendiri lagi.
Menurutnya, Medina pasti bisa memikirkan dan introspeksi diri karena semua kesalahannya di dalam penjara.
Baca Juga: Adzan Berkumandang, Toko-toko di Mal Depan Masjidil Haram Tutup Serentak
“Ya ini buahnya yang harus ia pertanggungjawabkan,” imbuh Tien.
Ibunda Medina Zein ini mengatakan bahwa sikap buruk putrinya tersebut sukar dihentikan akibat seringnya bermain media sosial.
Bahkan, pengaruh media sosial tersebut membuat perilaku Medina tidak dapat terkontrol.
Tien juga menjelaskan bahwa Medina Zein merupakan sosok arogan dan emosian, sehingga ia tidak setuju jika putrinya bermain Instagram.
Meskipun Medina Zein diketahui mengidap penyakit mental bipolar tetapi kondisi ini tidak membuat dirinya secara mudah terlepas dari jeratan hukum.
Medina tetap harus mempertanggungjawabkan akibatnya hingga kini ia harus merasakan dinginnya sel penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel