/
Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Irjen Ferdy Sambo dan ajudan - siapa brigadir ricky (FB/Roslin Emika)

Selebtek.suara.com - Presiden RI Joko Widodo meminta agar kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat diusut tuntas. Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Jokowi sapaan akrab Joko Widodo, pengusutan yang tuntas dan keterbukaan bisa menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.

"Ungkap kebenaran apa adanya sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting, citra Polri apa pun tetap harus kita jaga," kata Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa.

Ia pun sudah menginstruksikan sejak awal agar Polri mengusut kasus tewasnya brigadir J. "Sejak awal 'kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya," tegas Presiden.

Sekadar informasi, hingga kini penyidik baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J, yakni Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal (RR). Keduanya disangkakan lakukan pembunuhan berencana dari Pasal 340 juncto Pasal 338 jo. Pasal 351 ayat (3) jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Inspektorat Khusus (Irsus) Timsus Polri dalam perkara tersebut telah memeriksa 25 personel Polri yang melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dari 25 orang, empat di antaranya ditempatkan di tempat khusus, termasuk Irjen Ferdy Sambo, yang harus berada di Mako Brimob Kelapa Dua Depok selama 30 hari untuk menjalani pemeriksaan. (*)

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Polisi Gandeng IDI dan IBI, Tangani Kasus Persalinan di RSUD Jombang

Load More