Selebtek.suara.com - Pengacara Deolipa Yumara mengatakan Bharada E mengaku menembak Brigadir J sebanyak tiga kali atas perintah Ferdy Sambo yang tidak bisa ditolaknya.
Menurut Deolipa, Bharada E sudah menceritakan situasi terakhir jelang meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
Mantan kuasa hukum Bharda E itu mengatakan, Brigadir J sempat diminta untuk naik ke lantai atas.
Awalnya Brigadir J menolak, namun karena panggilan tersebut adalah perintah dari Irjen Ferdy Sambo, akhirnya Brigadir J menurut.
Tak lama dari panggilan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo kemudian memanggil Bharada E ke lantai atas.
Di sana, Bharada E melihat Brigadir J yang sudah berlutut di depan Ferdy Sambo yang sedang memegang pistol sambil memakai sarung tangan.
“Di atas itu sudah ada kejadian, si Yoshua berlutut di depan Sambo," kata Deolipa Yumara.
Dari keterangan Bharada E, Ferdy Sambo memegang senjata api dengan sarung tangan.
"Kalau menurut keterangan Richard, kan Richard pegang pistol. Sambo juga pegang pistol. Tapi Sambo pakai sarung tangan. Biasa kan, namanya mafia kan, suka pakai sarung tangan,” kata Deolipa.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penipuan di Sumut, Modus Promo Hp Murah Lewat Facebook
Di saat Brigadir J berlutut dan sudah meminta ampun, kemudian muncul perintah pada Bharada E untuk menembak Brigadir J.
Atas perintah itu, Bharada E tidak bisa menolak. Dia kemudian menembak Brigadir J sebanyak tiga kali.
“Dalam posisi itu, ada perintah dari Sambo untuk si Richard, ‘woy sekarang woy.. tembak, tembak woy…," kata Deolipa Yumara.
"Ya namanya perintah kan Richard ketakutan. Karena kalau Richard nggak nembak, mungkin dia ditembak," jelas Deolipa Yumara.
"Kan karena sama-sama pegang pistol kan. Akhirnya atas perintah, Richard langsung tembaklah, ‘dor.. dor.. dor..’,” ucap Deolipa memberi penjelasan, menirukan ucapan yang Bharada E.
Mantan pengacara Bharada E lainnya, M Burhanuddin mengungkap kengerian lainnya.
Berita Terkait
-
Deolipa Ungkap soal Duit Rp1 Miliar Ferdy Sambo, Pengacara Baru Bharada E: Janji Uang Itu Setelah Kejadian
-
Teman SMA Ungkap Sosok Irjen Ferdy Sambo Saat Muda: Terkenal, Cerdas Dan Disiplin
-
Terbaru, Bagaimana Status Putri Candrawathi usai Suaminya Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir Joshua?
-
LPSK Curiga Permohonan Perlindungan Istri Ferdy Sambo hanya Ingin Beri Kesan Sebagai Korban Pelecehan Seksual
-
Mau Menikah dan Lanjutan Karir di Brimob, Curhatan Bharada Eliezer ke Pengacara: Saya Ingin Dibela Semaksimal Mungkin
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini
-
3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah
-
Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi