Selebtek.suara.com - Eks pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Deolipa Yumara menyinggung soal LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) terkait pencabutan surat kuasa dirinya.
Diketahui, pada 10 Agustus lalu, Bharada E mencabut kuasa kedua pengacaranya yakni Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin lalu digantikan oleh Ronny Talapessy.
Ketika diwawancarai Uya Kuya terkait alasan pencabutan surat kuasa tersebut, Deolipa Yumara malah memberikan kode mengenai LBGT.
"Saya sama Bharada E ini kan jatuh cinta ya. saling jatuh cinta. LGBT apa ga, kita ga tau ya, tapi jatuh cinta," ujar Deolipa dikutip dari YouTube Uya Kuya TV.
Uya Kuya lalu penasraan mengenai siapa sosok LGBT yang disinggung Deolipa.
"Siapa LGBT bang?" tanya Uya.
Deolipa tidak memberikan jawaban jelas namun hanya memberikan kode.
"Ya 303 yang pengen jadi Kapolri kan itu kan LGBT," ujar Deolipa.
"Kata siapa?" cecar Uya Kuya.
Baca Juga: Cara Dik Doank Merayakan Kemerdekaan, Pilih Berkunjung ke Penjara
Deolipa menjawab dengan kalimat tidak jelas.
"Kata langit. Kata Sinto Gendeng," ucap dia.
"Lu ngomong begini ada bukti ga?" kata Uya Kuya lagi.
"Yang ngomong Sinto Gendeng," kata Deolipa.
Uya lalu menyinggung mengenai perkataan Kabareskrim Komjen Agus Andiranto yang menyatakan Bharada E mencabut kuasa Deolipa karena permintaan dari orang tuanya Bharada E.
"Itu Kabareskrim itu bohong aja. Orang tua Bharada E di Brimob diamanin sama Brimob. Mana bisa keluarganya, boro-boro," ujar Deolipa.
Menurut Deolipa, CCTV di Mabes Polri bisa menceritakan semuanya mengenai apa yang membuat dirinya tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E.
"CCTV di Mabes Polri menceritakan semuanya kejadian tanggal 6 tanggal 7 di Subdit Kamneg. Buka CCTV nanti si kumis ketahuan bohongnya," kata Deolipa.
"Jadi intinya pemecatan Bang Olip dan Burhanuddin politis?" ujar Uya Kuya.
"Bukan pemecatan, diselingkuhin. Kita lagi naik motor tahu-tahu diculik. Lu ama gua aja sayang. LGBT aja dia mah. Bukan Richard," kata Deolipa.
"Siapa sih bang yang LGBT, penasaran saya?" tanya Uya.
"Itu loh yang senyum ganteng kalo di Tiktok yang ting ting (sambil mengedipkan mata)," ucap Deolipa.
"LGBT sama siapa bang?" cecar Uya lagi.
"Ya ga tau saya, namanya LGBT ama siapa aja bisa tapi LGBT," jawab Deolipa.
"Abang ngomong begini ada buktinya?" ujar Uya,
"Saya kan bukan pengacara sebenarnya. Saya ini kan cinta komando intelijen negara untuk tanah air NKRI 001. Kode. tapi saya bukan BIN loh. Tapi cinta NKRI 001," jawab Deolipa.
Mengenai motif pembunuhan Brigadir J menurut Deolipa, Bharada E tidak tahu menahu. Menurutnya yang tahu adalah Ferdy Sambo sendiri.
"Apa Ferdy Sambo ingin jadi Kapolri. Apa dia suruh Agus (Kabareskrim) kapolri dulu dia jadi Kabareskrim. Namanya orang serakah, Umur masih muda nyodok aja," ujar Deolipa.
Deolipa lalu menceritakan mengenai Ferdy Sambo yang bisa menelikung Brigjen Krishna Murti, mantan atasannya saat di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
"Krishna Murti Polda Metro Jaya yang menciptakan Turn Back Crime ditelikung sama dia (Sambo) padahal proyek Turn Back Crime proyek paling bagus yang diciptakan. Hanya karena Sambo ini pegang 303 pengen nyodok. Emang Sambo pernah jadi Kapolda? ga pernah. Kapolres? Ga pernah. Tiba-tiba jadi Kadiv Propam, orang gila. Yang gila siapa? Itu yang punya 303," beber Deolipa.
Menurut Deolipa, Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak bisa berbuat apa-apa karena Kapolri sebelumnya sudah manggil duluan.
"Kapolri sebelumnya udah pensiun Idham Azis, dikulik aja rekeningnya itu. cuma ngulik doang gapapa. Tapi saya rasa Idham Azis kena tipu juga ama Sambo. Idham Azis dekat sama Sambo," ucap Deolipa.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
AKP Rita Yuliana, Polwan Diduga Punya Hubungan Asmara dengan Ferdy Sambo Akhirnya Buka Suara
-
Dulu Tangani Kasus Ahok, Komjen Agus Siap Mundur Bila Kasus Irjen Ferdy Sambo Tak Tuntas
-
Tewasnya Brigadir J; Isu Liar Cinta Sesama Jenis, Mahfud Bilang Mengerikan dan Menjijikkan
-
Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Bharada E dengan Dugaan Pencemaran Nama Baik
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Viral Diskusi Buku Jelek di X: Bisakah Selera Diadili?
-
Purbaya Akui Anggaran Pembuatan Kapal KKP Belum Dikucurkan
-
Siapa Pemilik Tiffany & Co? Tiga Toko Perhiasannya di Jakarta Disegel Bea Cukai
-
Awal Mula 'Perang' Knetz dan Netizen Indonesia yang Trending di X, Nama Baskara Mahendra Terseret
-
Capai Swasembada Pangan, Mas Dhito Kembali Salurkan Bantuan Alsintan & Benih Padi
-
Bawa Nasi Tumpeng, Warga Pati Syukuran di KPK Usai Sudewo Ditahan
-
4 HP Xiaomi 1 Jutaan Paling Layak Beli, RAM Besar dan Ada yang Sudah Dapat NFC
-
Ziarah Kubur Sebelum Puasa Namanya Apa? Ini Hukumnya dalam Islam
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Terbaik, Nyaman dan Empuk Mulai Rp200 Ribuan
-
Film Mardaani 3: Pesan Keras Melawan Eksploitasi Anak yang Keji!