- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan anggaran pembuatan kapal KKP belum dikucurkan, berbeda dengan klaim sebelumnya di acara Kadin.
- Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan dana kapal berasal dari pinjaman luar negeri Inggris yang belum cair.
- Perselisihan ini timbul karena perbedaan data mengenai status alokasi dan pencairan dana pengadaan kapal KKP.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kalau anggaran pembuatan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum dikucurkan.
Pernyataan Menkeu Purbaya merespons Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono yang menyebut dana pembuatan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman Pemerintah Inggris atau UK.
Menurutnya, alokasi anggaran kapal akan tetap berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Memang belum,” kata Purbaya sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (12/2/2026).
Ia memaparkan kalau Kemenkeu sudah melakukan pengecekan lebih lanjut secara internal soal rencana pembangunan kapal dalam negeri.
Purbaya menegaskan kalau pembangunan kapal pada dasarnya bisa dilakukan tanpa menunggu adanya pencairan dana. Dengan demikian kapal bisa dipesan selagi rencananya matang.
"Gini, kalau anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan sudah ada rencana di depannya kan. Saya minta itu. Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya," papar dia.
Purbaya menambahkan, komunikasi dengan Trenggono tidak menjadi persoalan. Ia menyebut hubungan keduanya berjalan baik sehingga koordinasi dinilai dapat dilakukan dengan mudah.
"Ah gampang. Pak Menteri kan sahabat saya juga, gampang," jelasnya.
Baca Juga: Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
Diketahui konflik Purbaya dan Trenggono bermula pada Selasa, 10 Februari 2026. Kala itu Menkeu Purbaya menghadiri acara Revitalisasi Galangan Kapal yang diadakan Kadin Indonesia di Jakarta.
Purbaya mengaku heran karena para pengusaha galangan kapal mengeluh belum menerima pesanan (order) dari KKP, padahal ia mengklaim anggaran untuk pengadaan kapal sudah dikucurkan oleh Kementerian Keuangan.
“Uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?" ujar Purbaya dalam acara tersebut.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono tidak tinggal diam. Ia mengunggah tangkapan layar berita pernyataan Purbaya di akun Instagram pribadinya (@swtrenggono) dengan kalimat yang cukup tajam dan menantang pada Selasa (10/2/2026).
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tulis Trenggono dalam keterangannya.
Inti perselisihan tersebut terletak pada perbedaan data mengenai status anggaran.
Menurut Purbaya, dana sudah dialokasikan atau “keluar” sehingga seharusnya proses pemesanan kapal ke industri lokal sudah berjalan.
Sedangkan menurut Trenggono, proyek pembangunan sekitar 1.500 kapal itu didanai melalui skema pinjaman luar negeri (Credit Export) dari pemerintah Inggris (UK) dan dananya memang belum cair atau masuk ke KKP untuk dibelanjakan.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar
-
Purbaya Ajak Kapolri Selesaikan Masalah Iklim Investasi Indonesia
-
Kemenhub Larang 13 Kapal Modifikasi untuk Angkut Penumpang Saat Mudik
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?