/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:09 WIB
Sebuah warteg tetap berdiri utuh usai kebakaran di kawasan Simprug Golf, Kebayoran Lama (Instagram)

Selebtek.suara.com - Warung makan di Jalan Simprug Golf II, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi perbincangan publik. Hal itu lantaran warung nasi bernama Warung Brebes Pesona Dua Putri luput dari kobaran api.

Warung nasi berwarna kuning ini tampak mencolok lantaran bangunan di sekitarnya habis dilahap api. Sementara bangunan warung nasi ini tetap berdiri kokoh tanpa adanya tanda-tanda bangunan terbakar.

Konon, berdasarkan video yang viral di TikTok, rajinnya pemilik warung nasi dalam bersedekah menjadi alasan mengapa warung yang ia miliki terhindar dari bahaya kebakaran.

Sri Rohayati sang pemilik warung mengaku, keluarganya memang sudah sejak lama melakukan aksi "Jumat Berkah", dengan memberi makan dan minum gratis bagi warga yang membutuhkan.

Bahkan, Sri juga mengaku bergabung dengan sebuah komunitas yang ada di Pamulang untuk menjadi donatur. Kegiatan komunitas ini adalah memberi sedekah berupa uang.

Namun, pengakuan ini seakan berbandingterbalik dengan apa yang diutarakan warga di sekitar warung nasi. Salah satunya Ujang Supendi yang mengatakan selama ia tinggal di sana 30 tahun, ia tak pernah merasakan dibagi nasi oleh warung makan tersebut.

“Emang katanya sering-sering bagi nasi, Jumat Berkah katanya, kalau kenyataannya sih enggak,” kata Ujang, kepada Suara.com di lokasi, Rabu (24/8/2022).

Menurut Ujang, alasan mengapa warung makan itu selamat dari kobaran api adalah bahan bangunan yang terbuat dari hebel. Sementara bangunan lain yang ada di sekitarnya hanya berbahan kayu. Apalagi bangunan itu terbilang masih baru.

“Itu kan dia bangunannya herbel. Kalo kayu juga pasti nyamber ikut kebakar,” kata Ujang.

Baca Juga: Kejati DKI Tahan Mantan Pejabat Bina Marga Terkait Dugaan Korupsi Alat Berat

Ujang juga menuturkan, setiap ia melakukan transaksi di sana, ia tak pernah merasakan makan dan minum gratis, meskipun di hari Jumat.

“Es teh manis juga gak gratis, bayar. Kita kan orang sini jadi tau,” tutur Ujang. (*)

Load More