/
Rabu, 07 September 2022 | 17:27 WIB
Jubir Ponpes Gontor menyampaikan pernyataan resmi Ponpes (Instagram/@pondok.modern.gontro)

Selebtek.suara.com - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyampaikan pernyataan resmi terkait wafatnya santri asal Palembang bernama Albar Mahdi, putra Siti Soimah (44) yang baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung pengurus Ponpes Gontor, melalui juru bicaranya, Noor Syahid pada Senin (5/9/2022). Melalui surat yang dibacakannya, pihak Gontor menyampaian beberapa hal.

Pertama, Ponpes Gontor memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya almarhum Albar Mahdi khususnya kepada orang tua dan keluarga korban di Sumatera Selatan. pihaknya berharap peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi di masa mendatang.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Sebagai pondok pesantren yang concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Noor Syahid dikutip Selebtek dari akun Instagram @pondok.modern.gontor, Rabu (7/9/2022).

Selain itu, Ponpes Gontor meminta maaf kepada orang tua dan keluarga almarhum jika dalam proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka. 

Kedua, berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, pihak Ponpes Gontor menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan Albar Mahdi meninggal.

"Kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat," lanjut Noor Syahid.

Menyikapi hal ini, pihak Ponpes Gontor mengaku langsung bertindak cepat dengan menindak dan menghukum pelaku yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut dengan mengeluarkan mereka dari pondok.

"Pada hari yang sama ketika almarhum wafat, kami langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen," tutur Noor Syahid.

Baca Juga: Ekonomi Makin Terhimpit Usai Kenaikan Harga BBM, Buruh di Jogja Beberkan Besaran UMP Ideal

Ponpes Gontor juga langsung mengantarkan para terduga pelaku penganiayaan kepada orang tua mereka masing-masing. Pihak pondok menegaskan tidak ada toleransi untuk segala bentuk tindakan kekerasan.

"Pada prinsipnya kami, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum ananda AM ini," lanjut Noor Syahid.

Poin ketiga, Ponpes Gontor siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait dengan peristiwa wafatnya Albar Mahdi.

"Kami juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya almarhum ananda AM ini,"  tulis dalam keterangan itu. 

Hingga pernyataan tersebut resmi diterbitkan, pihak Ponpes Gontor menyebut masih terus berusaha secara intens menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum Albar Mahdi untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan untuk kemaslahatan bersama. 

Albar Mahdi meninggal dunia pada Senin (22/8/2022) lalu. Ibunda almarhum, Soimah menduga putranya mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatnya nyawanya melayang. Ia mengadukan dugaan kematian anaknya tersebut kepada Hotman Paris saat berada di Palembang, Minggu (4/9/2022).

Load More