/
Sabtu, 10 September 2022 | 14:47 WIB
Bripka RR (Selebtek.suara.com)

Selebtek.suara.com - Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J akhirnya mencabut pernyataan sebelumnya dan membantah skenario versi Ferdy Sambo.

Pengacara Bripka RR, Erman Umar mengungkapkan langkah itu diambil atas peran sang istri. Erman menyebut Bripka RR sempat menangis usai bertemu istri dan adiknya yang memintanya untuk berbicara jujur terkait kasus Brigadir J.

Erman mengatakan Bripka RR mulai terbuka sejak bertemu dengan istrinya. Kliennya diminta untuk berbicara jujur mengungkap fakta yang benar dan apa adanya.

Pada awal kasus muncul, Bripka RR merasa takut hingga akhirnya mengikuti skenario buatan Ferdy Sambo. Saat itu ia menyebut Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E.

Namun setelah Bripka RR membeberkan kejadian yang sebenarnya, terungkap bahwa tidak ada adu tembak yang terjadi di Duren Tiga.

Menurut pengakuan Bripka RR , ia mendapat cerita dari Kuat Ma'ruf (KM) bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan Brigadir J dan Putri. Saat itu, Brigadir J yang terlihat tergesa-gesa menuju kamar Putri tiba-tiba dihalangi KM dengan pisau.

Bripka RR mengaku tidak mengetahui apapun soal isu pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri. Hal itu dikarenakan ia dan Bharada E sebelumnya pergi ke SMA Taruna Nusantara untuk mengantarkan barang-barang putra Ferdy Sambo yang sedang bersekolah di sana.

Bripka RR juga mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Mendengar perintah itu, ia menolak halus karena tidak berani dan tidak bermental kuat.

Ferdy Sambo sempat berikan uang ke Bripka RR (sumber:)

Pengakuan lainnya, ia menyebut menerima uang "terima kasih" dari Ferdy Sambo usai Bharada E mengeksekusi Brigadir J dengan pistol. Uang sebesar Rp200 juta itu diterima oleh Bripka RR melalui rekening pribadinya.

Baca Juga: Karier Makin Suram di Manchester United, Fenerbahce Siap Tampung Cristiano Ronaldo

Menurut penuturan Bripka RR melalui pengacaranya Erman Umar, uang tersebut diberikan Ferdy Sambo sebagai ucapan terima kasih telah menjaga istrinya, Putri Candrawathi.

"Pak Sambo menyampaikan bahwa 'ini ada uang' tetapi kalimatnya dalam BAP yang saya baca itu 'karena kalian sudah menjaga Ibu (Putri)'," ungkap Erman di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2022).

Namun, uang tersebut lalu diminta kembali. Mantan Kadiv Propam itu berdalih menunggu perkembangan kasus kematian Brigadir J.

"Tapi sudah diambil lagi sama Pak Sambo karena seolah-olah untuk perkembangan kasusnya lihat nanti. Untuk SP3 atau apalah," katanya.

Sayangnya, dalam rekonstruksi tersebut, Ferdy Sambo tak mengakui jika adanya pemberian uang tersebut. Seperti halnya Ferdy Sambo tak mengaku jika dirinya ikut menembak Brigadir J, sebagaimana isi BAP Bharada E alias Richard Eliezer.

Di sisi lain, Erman juga menyebut kliennya sempat ingin mengajukan diri menjadi justice collaborator. Namun hal tersebut batal lantaran Bripka RR disebut tidak memiliki akses untuk mencari tahu soal posisi itu.

Kekinian Bripka RR telah melewati tes uji kebohongan menggunakan alat bantu Poligraf atau lie detector. Hasilnya, Bripka RR dinyatakan jujur.(*)

Sumber: Suara.com

Load More