2. Anonymous
Kelompok hacktivsme internasional lini pertama kali muncul pada tahun 2003 di forum 4chan dan menjadi sorotan pada tahun 2008 ketika menyerang Gereja Scientology.
Kelompok ini telah mengadopsi topeng Guy Fawkes dari novel grafis karya Alan Moore dan film V for Vendetta sebagai simbolnya dan i sering menggunakan tagline: "Kami Anonim. Kami Legiun. Kami tidak memaafkan. Kami tidak lupa. Harapkan kami."
Saat mendukung gerakan Occupy Wall Street ataupun melakukan serangan cyber terhadap politisi seperti Donald Trump dan Hillary Clinton, kelompok ini menggunakan teknik kontroversial, seperti doxing di berbagai platform media sosial.
3. Ghost Squad Attacker
Kelompok hacktivsme ini pernah melancarkan operasi peretasan bernama Opicarus dengan target bank internasional.
Kelompok ini, alih-alih membobol sistem untuk mencuri uang dari bank-bank itu, justru meninggalkan pesan di laman web.
Operasi Opicarus didasari kecemasan atas perilaku sejumlah bank yang diduga menampung dana hasil korupsi. Pesan Opicarus lantas muncul di laman bank-bank asal Belanda, Yunani, Kroasia, Macedonia, Maladewa, dan Siprus.
"Ini hanya permulaan, kami tidak akan berhenti sampai semua memberi perhatian pada bank, termasuk semua institusi yang menyimpan uang hasil tindakan kriminal di dalamnya," tulis Ghost Squad Attacker.
Baca Juga: Waduh! Usai Bilang Data yang Diungkap Bukan Rahasia, Data Pribadi Mahfud MD Dibocorkan Bjorka
4. WikiLeaks
Gerakan hacktivesme ini dimotori oleh Julian Assange yang ditandai lewat peluncuran situs WikiLeaks sebagai organisasi media online independen nirlaba.pada tahun 2006.
Situs tersebut menampung berbagai dokumen penting ataupun bersifat rahasia yang bocor, Dokumen penting pertama yang diterbitkan di situs tersebut adalah hampir 80.000 dokumen tentang perang AS di Afghanistan yang bocor pada 2010, diikuti oleh hampir 400.000 dokumen tentang perang di Irak.
WikiLeaks juga dikenal karena mengungkapkan lebih dari 20.000 email dan 8.000 lampiran email dari Komite Nasional Demokrat yang dikirim selama kampanye presiden AS 2016.
5. Edward Snowden
Gerakan hacktivisme tidak hanya dilakukan oleh kelompok namun juga bisa secara Individu. Seperti yang dilakukan mantan Agen CIA Edward Joseph Snowden
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Musim Ini Telah Berakhir Buat Matthijs de Ligt?
-
Appi, IAS, dan DP Salat Id di Lapangan Karebosi
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Bintang Persib Tercoret, Ini Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
4 Cleansing Foam Baking Soda yang Ampuh Angkat Kotoran hingga ke Dalam Pori
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet