Selebtek.suara.com - Analis militer Connie Rahakundini Bakrie menilai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman harus ditindak tegas usai menginstruksikan prajuritnya untuk protes sebagai bentuk kemarahan terhadap Effendi Simbolon yang menyebutkan TNI seperti gerombolan Ormas.
"Menurut saya sebagai panglima tertinggi presiden harus menindak tegas pak Dudung sebagai kepala staf," kata Connie pada diskusi dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip Suara.com.
Dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara RI dituliskan bahwa presiden harus mempertahankan terhadap ancaman dan pelanggaran dari manapun. Gerakan yang dinstruksikan oleh Dudung dianggap Connie sebagai sebuah pelanggaran internal.
Menurut Connie, Jenderal Dudung menyalahgunakan wewenang dalam menggerakkan prajurit untuk membuat gelombang protes.
"Karena menurut saya sudah melampaui kewenangannya dia tidak boleh menggunakan, ini yang saya bilang tadi penggunaan itu enggak selalu harus alutsista apalagi di era sekarang, penggunaan untuk membuat gerakan seperti ini kan penggunaan media sosial, which is bisa lebih parah dari alutsista," ujarnya.
Connie menambahkan, tindakan Jenderal Dudung memerintahkan anggotanya itu merupakan bentuk penggunaan kekuatan militer, yang seharusnya dilakukan oleh Panglima TNI dan Presiden RI sebagai panglima tertinggi TNI.
Menyalahgunakan sistem atau wewenang dalam dunia militer, menurut Connie adalah kesalahan fatal.(*)
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Jenderal Dudung Jajaki Kerja Sama Militer dengan AD Belanda
-
Dicap Salahi Wewenang Provokasi Prajurit Marah ke Effendi Simbolon, Connie: KSAD Dudung Kubur Mimpi jadi Panglima TNI
-
Connie Desak Presiden Tindak Tegas Jenderal Dudung: Kalau di Luar Negeri Sudah Dihukum Mati
-
Presiden Jokowi Diminta Tindak Tegas Jenderal Dudung karena Gerakkan Prajurit Protes Effendi Simbolon
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo Soal Kunker ke Luar Negeri
-
REDMI Pad 2 9.7 Resmi Hadir di Indonesia, Tablet Rp2 Jutaan dengan Layar 2K 120Hz
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Bintang Juventus Kenan Yildiz Cetak Sejarah, Jadi Pria Pertama yang Tampil di Sampul Vogue Turkiye
-
Tipu Korban Sampai Rp41 Miliar, Begini Modus Love Scamming yang Libatkan Fabiola Eks Reza SMASH
-
Vivo X Fold 6 Hadir Akhir Juni 2026, HP Lipat dengan Kamera 200 MP dan Baterai 7.000 mAh
-
Usai Dominasi Billboard, CORTIS Siap Gelar Tur Perdana PUT YOUR PHONE DOWN
-
Ulasan Mickey 17: Menertawakan Arti Hidup Lewat Tragedi Kloning yang Tragis
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?