/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:23 WIB
Potret Puan Maharani (Dok. DPR RI)

Selebtek.suara.com - ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengungkapkan apresiasi terhadap dukungan Inggris yang hadir dalam pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Parliamentary Speaker's Summit (P20).

“Terima kasih atas kehadiran Yang Mulia pada pertemuan G20 Parliamentary Speaker’s Summit di Gedung DPR RI. Saya berharap kerja sama Indonesia dan Inggris berfokus pada sektor ekonomi hijau, seperti investasi dan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan untuk transisi ekonomi,” kata Puan Maharani dalam pertemuan bilateral Parlemen Indonesia-Inggris di Ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Senayan, seperti dalam rilis media yang diperoleh Parlementaria pada Selasa, 4 Oktober 2022.

Puan Maharani berharap Indonesia-Inggris berupaya memanfaatkan forum Joint Economic and Trade Committee (JETCO) untuk memperkuat kerja sama, baik dalam sektor ekonomi dan perdagangan yang berkelanjutan sekaligus saling menguntungkan.

Puan Maharani mengatakan melalui Peta Jalan Kemitraan Indonesia-Inggris tahun 2022-2024 bisa menjadi pandu bagi kedua negara untuk mewujudkan harapan.

“Saya berharap kerja sama Indonesia dan Inggris berfokus pada sektor ekonomi hijau, seperti investasi dan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan untuk transisi ekonomi,” ucapnya.

Dirinya menyambut baik jalinan kerja sama pengembangan program transportasi rendah karbon yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan Inggris di Jakarta pada Selasa, 5 Juli 2022 lalu.

Tidak berhenti pada transportasi rendah karbon, apresiasi puan sampaikan untuk kerja sama dalam sektor pertahanan.

“Di tingkat global, saya berharap kerja sama Indonesia dan Inggris juga dapat ditingkatkan. Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi antara Indonesia dan Inggris untuk memperkuat multilateralisme (menolak unilateralisme) dan pendekatan kolaboratif dalam mengatasi masalah-masalah global,” ungkapnya.

Puan Maharani turut meminta dukungan Parlemen Inggris untuk turut mendukung integritas teritorial Indonesia.

Baca Juga: Maskapai Transnusa Buka Rute Domestik Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Denpasar

“Hal tersebut sehubungan dengan adanya aksi-aksi individu atau kelompok di Inggris yang mengadvokasi aksi yang menentang integritas teritorial Indonesia, khususnya di Papua,” kata puan.

Puan Maharani berharap Parlemen Inggris mendukung agar membuka kesempatan yang lebih besar bagi  mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Inggris. Menanggapi permintaan tersebut, Sir Lindsay Harvey Hoyle memberi tanggapan yang positif.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Gilang Dhielafararez mendampingi Puan dan Sir Lindsay Harvey Hoyle selama pertemuan antar kedua negara berlangsung. Ia menambahkan sejumlah masukan terkait pengurusan visa bagi warga negara Indonesia yang hendak berkunjung ke Inggris.

“Dulu kan urus visa ke Inggris sekitar 10 hari, sekarang cukup lama bisa 6-7 minggu. Ibu Ketua DPR berharap agar pengurusan visa bisa lebih dipercepat, apalagi sekarang banyak mahasiswa kita yang mengambil kuliah di UK,” kata gilang (*)

Sumber: dpr.go.id

Load More