/
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 11:46 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

Selebtek.suara.com - Tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur mengakibatkan ratusan orang meninggal dan luka-luka. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Asfiksia menjadi penyebab kematian terbanyak dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) lalu. 

"Sebagian besar yang meninggal mengalami asfiksia," ujarnya dalam konferensi pers di Polresta Malang Kota, Malang, Jawa Timur saat penetapan tersangka tragedi Kanjuruhan pada Kamis (6/10/2022) malam, seperti dilansir Suara.com.

Asfiksia merupakan kondisi kurangnya oksigen atau kelebihan karbon dioksida dalam tubuh. Kondisi ini dikategorikan sebagai darurat medis. Pasalnya jika tak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengancam jiwa.

Kondisi asfiksia dapat memicu sejumlah gejala, di antaranya:

- suara serak

- sakit kepala

- sakit tenggorokan

- kulit pucat dan membiru

- sulit menelan

Baca Juga: Timnas Indonesia Hadir di Game Football 2023 Menampakan Wajah Asli, Warganet : Detail Sampe ke Bekas Jerawat

- penglihatan kabur

- kecemasan

- sesak napas

- hiperventilasi

- konsentrasi pecah

- detak jantung tak normal

Load More