Selebtek.suara.com - Sabtu, 29 Oktober kemarin menjadi hari kelam dalam sejarah halloween yang diadakan di Itaewon. Pasalnya, 149 orang dikabarkan meninggal dunia dalam tragedi ini.
Sebenarnya, halloween dirayakan setiap tanggal 31 Oktober, namun karena bukan bertepatan dengan hari libur atau weekend, masyarakat memilih tanggal 29 Oktober bertepatan dengan hari Sabtu sebagai perayaan hari spesial ini.
Banyaknya masyarakat yang menikuti perayaan ini mengakibatkan desak-desakan di lokasi pun tak bisa dihindari. Banyak dari peserta perayaan yang sesak nafas hingga meninggal dunia.
Bukan hanya warga Korea, dikabarkan juga ada warga asing yang menjadi korban dari tragedi ini.
Kejadian bermula sekitar pukul setengah 11 malam, tim 911 Korea mendapat pesan dari seseorang mengenai adanya orang-orang yang pingsan di beberapa gang Itaewon. Ketika tim mendatangi lokasi, ternyata korban semakin banyak hingga status Itaewon dinaikkan menjadi level 1.
Tim 911 juga sempat meminta tolong kepada tim bencana untuk membantu menangani kasus ini karena jumlah masyarakat yang membutuhkan pertolongan semakin banyak. Tim juga menaikkan kembali status Itaewon menjadi level 2.
Pukul 11.50 malam, suasana semakin tak terkendali. Tim terkait kembali meningkatkan status Itaewon menjadi level 3. Bantuan dari beberapa daerah di sekitar Itaewon pun berdatangan.
Warga yang memiliki kemampuan CPR atau memompa jantung juga ikut membantu tim menyelamatkan beberapa peserta yang menghadiri pesta halloween.
Tim terkait juga meminta kepada para pedagang untuk menutup sementara gerai mereka demi kelancaran proses evakuasi warga.
Baca Juga: Prediksi Resesi Ekonomi 2023: Banyak Negara Bangkrut, Perusahaan Bangkrut, PHK Massal
Terlepas dari kejadian yang merenggut banyak nyawa ini, sebenarnya apa alasan masyarakat Korea memilih Itaewon sebagai lokasi untuk mengadakan pesta Halloween?
Hal ini diduga karena dahulu markas tentara Amerika berada dekat dengan Itaewon. Sehingga terdapat pusat kuliner mancanegara yang bisa di dapat di Itaewon, seperti restoran Turki, restoran India, Restoran India hingga halal food.
Selain itu, berbagai gerai lain seperti pakaian dengan ukuran besar yang bukan merupakan ukuran rata-rata orang Korea juga bisa ditemui di Itaewon.
Menurut Jang Han-sol dalam akun Youtube nya Korea Reomit, ia mengatakan bahwa Itaewon merupakan tempat yang memiliki ragam budaya, multikultural dan lebih internasional.(*)
Berita Terkait
-
Rayakan Pesta Halloween, Puluhan Orang Meninggal Akibat Berdesakan di Itaewon Korea Selatan
-
Mengerikan, Gang Itaewon Lebar 4 Meter Jalan Menurun Saling Dorong, Korban Tewas Berjatuhan Seperti Kartu Domino
-
Pesta Halloween Berlangsung Meriah di Arab Saudi, Warganet: Tanda Akhir Zaman
-
Dua WNI Jadi Korban Tragedi Halloween Itaewon, Begini Kondisinya
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI