- Sekjen Seruni, Triana, mendesak mahasiswa menyuarakan reformasi agraria untuk mengatasi kemiskinan dan monopoli lahan di Indonesia saat aksi di Jakarta.
- Triana menilai monopoli sumber daya alam oleh segelintir pihak menjadi hambatan utama kesejahteraan serta memicu pengangguran di sektor pedesaan.
- Pemerintah pada Jumat (12/6/2026) diminta mendistribusikan tanah kepada petani guna mewujudkan perubahan nyata bagi masyarakat desa yang kurang sejahtera.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Triana, menegaskan mahasiswa sebagai bagian dari massa aksi harus menyuarakan reformasi agraria.
"Kaum intelektual bertugas menaikkan isu agraria, kaum tani, dan reformasi agraria," ujarnya tegas. Triana menilai meredupnya isu tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan di Indonesia.
Dalam wawancara dengan Suara.com, Triana menegaskan reformasi agraria perlu terus dilantangkan mahasiswa karena masyarakat belum memenangkan agenda reformasi tersebut.
Menurutnya, monopoli tanah menjadi penyebab kronis bangsa Indonesia masih mengalami krisis dan kemiskinan. Solusi untuk mengatasi persoalan itu, kata dia, adalah implementasi reformasi agraria.
"Itu mengapa sistem di negeri ini setengah jajahan, setengah feodal. Jadi masih dikuasai borjuasi besar komprador dan tuan tanah, difasilitasi oleh kapitalis birokrat. Siapa kapitalis birokrat? Prabowo, pemerintah," ujarnya dalam wawancara di depan Gedung UOB, Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ia mengatakan secara tegas bahwa gerakan mahasiswa di perkotaan harus membantu kaum tani di pedesaan.
"Gerakan di perkotaan harus membantu kaum tani. Biar maju dulu (kaum tani)! Tanpa itu, enggak ada perubahan signifikan di Indonesia," ujarnya tegas seusai berorasi dalam aksi "Menuju Indonesia Gelap".
Monopoli Sumber Daya dan Militerisasi
Triana menilai Indonesia sebenarnya memiliki syarat untuk menjadi bangsa maju karena didukung jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.
"Sebenarnya untuk menjadi bangsa yang maju, sudah punya syaratnya kita. Tapi kenapa enggak bisa? Karena ada yang monopoli. Satu persen orang menguasai 99 persen sumber daya (alam)," jelasnya.
Baca Juga: Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
Dalam orasinya, perempuan yang menjalankan advokasi bagi kaum perempuan tani di Jambi ini mengungkapkan bahwa jika sumber daya dibagi secara merata, maka tidak akan ada orang miskin.
Namun, menurut dia, penguasaan sumber daya alam oleh segelintir orang tetap berlangsung, sementara pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
"Sistemnya aja sudah korup. Ini sudah serampangan. Itu mengapa kita menolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih karena tidak ada gunanya," ungkapnya merujuk pada salah satu tuntutan aksi massa kali ini.
Terkait rencana pembangunan 750 Batalion Teritorial Pembangunan, ia menilai program tersebut berpotensi digunakan untuk menghadapi gerakan rakyat.
"Sementara kita ingin bangkitkan gerakan rakyat kaum tani di pedesaan, batalion dibangun pasti kan fungsinya untuk meredam gerakan rakyat," ungkapnya.
Harus Ada Reformasi Agraria
Triana menegaskan penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan tidak masuk akal tanpa adanya reformasi agraria. Menurutnya, melalui reformasi agraria, peluang kerja justru dapat tercipta.
Berita Terkait
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian