Selebtek.suara.com - Sebuah kabar mengejutkan dari tanah Papua, Filep Karma, seorang aktivis kemerdekaan Papua ditemukan tewas pada Selasa (1/112022) pagi pada pukul 07.00 WIT. Ia ditemukan meninggal di patai Bse G Jayapura.
Kabar ini pun dibenarkan oleh Kapolsek Jayapura Utara, AKP Yahya Rumra. "Memang benar ada jenazah yang ditemukan warga di pantai Bse G yang diduga Filep Karma," kata AKP Yahha Rumra.
Namun siapa sebenarnya Filep Karma? Sampai hampir seluruh media nasional memberitakan kematiannya?
Filep Karma bernama lengkap Filep Jacob Semuel Karma. Ia adalah pria kelahiran Pulau Biak pada 15 Agustus 1959 atau sebelum kematiannya berusia 63 tahun.
Filep Karma lahir dari kalangan yang cukup berada. Ayahnya, Andreas Karma adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di pemerintahan Indonesia pasca-kemerdekaan sebagai Bupati Wamena. Sementara Constans Karma adalah sepupu Filep yang menjabat sebagai wakil gubernur Papua.
Nama Filep Karma sangat dikenal oleh para aktivis kemerdekaan Papua. Ia menjadi salah satu motor pemberontakan di tanah Papua.
Filep Karma sempat mengenyam pendidikan di Solo, Jawa Tengah, kemudian di tahun 1997 ia berangkat ke Manila untuk kuliah selama setahun di Asian Institute of Management. Namun ia tidak menyelesaikan studinya.
Pada saat unjuk rasa melawan Soeharto, ia dan rekannya mencoba mengangkat isu pembebasan Papua dari Indonesia.
Ia juga salah satu orang yang ikut mengibarkan bendera Bintang Kejora di sebuah acara di Jayapura, Indonesia. Hal itu membuatnya mendapat hukuman selama 15 tahun dengan tuduhan penghianatan kepada negara.
Baca Juga: Tragedi Halloween Itaewon Memakan Korban Jiwa Guru dan Pelajar
Selama dipenjara, Filep Karma mengaku telah mendapat banyak siksaan oleh para sipir. Salah satunya adalah menyayat salah satu kelopak matanya dan memecahkan kacamatanya.
Pada tahun 2010, ia diizinkan untuk diwawancarai oleh stasiun radio setempat. Di sana ia menjelaskan berbagai penyiksaannya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar