/
Kamis, 03 November 2022 | 07:17 WIB
Envato Elements

Selebtek.suara.com - Sebuah peristiwa berdarah terjadi di Depok, Jawa Barat, Selasa (1/11/2022). Seorang anak kelas 6 SD tewas dibunuh ayahnya sendiri. Diketahui korban KPC masih berusia 13 tahun.

Pembunuhan ini terjadi di kediaman pelaku yakni di Perumahan Klaster Pondok Jatijajar, Tapos, Kota Depok. Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak Polres Metro Depok untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan pihaknya telah menyita seluruh barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku dan seragam korban yang benuh darah.

Kasus ini pun menyimpan beberapa fakta yang membuat hati miris. 

Pertama, pelaku yang diketahui bernama Rizky Novyandi Achmad sempat mengonsumsi narkoba jenis sabu sebelum menghabisi anaknya sendiri. 

Ketua RT 03 RW 08 Edi Kusnaedi mengatakan pelaku telah mengonsumsi sabu di Masjid Al-Ihwan, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

"Mungkin lagi labil, infonya habis pakai sabu. Setelah pelaku diamankan. Kanit resmob minta tolong saya untuk cari barang di masjid, akhirnya kita ke masjid kita nemuin dua bekas bungkusan plastik klip," ucapnya kepada Suarabogor.id, Senin (1/11/2022).

Kedua, ternyata pelaku juga menyerang istrinya berinisial NI (31). Beruntung NI masih bisa tertolong, meskipun mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Garis Polisi Membentang Mengelilingi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pembunuhan Anak dan Istri Kritis di Depok (sumber: Egi Abdul Mugni/Suara.com)

"Saya ngenes, anaknya di kepala, kalau mata sabetan. Istri banyak, ada di leher, pergelangan tangan dan punggung," tutur Edi.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ketahui Sifat Sejati Anda, Tentukan Hal Apa yang Pertama Anda Lihat

Fakta ketiga, usai menghabisi nyawa anaknya dan menyerang istri, pelaku tidak berusahan melarikan diri. Ia malah duduk santai di ruang tamu rumahnya seakan tak terjadi apa-apa.

Namun, kata Edi warga sempat mendengar pelaku mengumpat ke saudaranya jika ia telah berhasil membunuh setan. "'Saya sudah matiin tuh dua orang setannya, tinggal satu lagi'," ujar Edi menirukan kata-kata pelaku.

Fakta keempat, kakak pelaku yakni Fahmi mengatakan jika rumah tangga adiknya itu memang sedang tidak harmonis. Rizky dan istrinya kerap terlibat adu mulut hingga terjadi tindak kekerasan.

Fahmi sebelumnya sudah menyarankan NI untuk bercerai dengan Rizky. Hal itu karena menurut Fahmi, perlakukan kasar Rizky kepada NI sudah kelewat batas. Namun NI masih ingin mempertahankan rumah tangganya.

"Kami dari keluarga sudah menyarankan kalau mau pisah ya pisah," terang Fahmi. (*)

Load More