Selebtek.suara.com - Gunung Semeru sedang dibak baik-baik saja. Gunung yang terletak di Jawa Timur ini mengalami kenaikan status dari Level III (Siaga) menjadi Level VI (Awas) sejak 4 Desember 2022, ukul 12.00 WIB.
Dalam enam jam terakhir, gunung tertinggi di pulau Jawa itu mengalami 29 letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan gempa selama 65-120 detik.
Di Indonesia, ada 4 tingkatan status gunung berapi. Tingkatan ini dikeluarkan agar masyarakat yang tinggal dis ekitar gunung bisa lebih waspada. Di setap negara, tingkatan status berbeda-beda.
Berikut ini tingkatan status gunung berapi yang ada di Indonesia:
1. Normal (Level 1)
Pada tingkatan ini, berarti tidak ada aktivitas magma yang diamati. DI tingkat Normal, pengamatan visual, seismik hingga gejala vulkanik menunjukan gunung berami tidak menunjukan adanya kelainan.
2. Waspada (Level II)
Di tingkat status Waspada, gunug berapi menunjukan aktivitas magma dan seismik, sehingga butuh penyuluhan warga yang tinggal di kaki gunung. Pengamat juga akan melihat apakah ada perubahan du sekitar kawah. Di tingkat ini, akan ada gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, meskipun diperkirakan tidak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.
3. Siaga (Level III)
Baca Juga: Mudah Diterapkan! 5 Cara agar Pakaian yang Dijemur Bebas Bau Apek
Letusan gunung berapi bisa terjadi dalam waktu 2 pekan. Pemerintah juga diharuskan menyiapkan sarana darurat. Pengamat akan emlihat apakah ada peningkatan seismik dan perubahan aktivitas kawah.
4. Awas (Level IV)
Ini adalah tinggakatan paling tinggi. Letusan utama akan segera terjadi sehingga daerah yang terancam harus dikosongkan. Pengamat akan melihat adanya semburan abu dan uap dari gunung berapi, yang kemudian diikuti erupsi besar. Di kondisi tersebut, erupsi besar diperkirakan terjadi dalam kurun waktu 24 jam.
Mengingat status Gunung Semeru berada di Level IV, kemungkinan akan segera terjadi letusan utama. Hal tersebut mengharuskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan beberapa arahan yang bisa diikuti masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di bagian tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besok Kobokan. Hal ini karena wilayah tersebut berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Bojan Hodak Beri Jawaban Soal Status Febri Hariyadi di Persib Bandung
-
Menantang Budaya Sibuk: Mengapa Istirahat Sering Kali Terasa Bersalah?
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Indonesia Kalah Telak Soal Head to Head dari Iran di Piala Futsal Asia
-
Kenapa Anak Usaha Kementerian Keuangan Berani Suap Hakim? Ini Penjelasan KPK
-
Waspada Jebakan Swasembada Beras: HKTI Jabar Desak Pemerintah Prabowo Lakukan Lima Langkah Strategis
-
Misteri Keanu AGL Cs malah Ucapkan Terima Kasih ke Mantan Pacar Lula Lahfah, Bukan Reza Arap
-
Persib Rekrut Sergio Castel, Sosok Ini Tergeser dari Tim
-
Cek Harga Jimny Bekas Terkini: Benarkah Harga 2 Kali Lipat Mobil Listrik Jaecoo J5?
-
Imlek 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Tema, Link Download Logo, Makna dan Shio