/
Rabu, 07 Desember 2022 | 10:34 WIB
Elon Musk (Antara)

Selebtek.suara.com - Semenjak dipegang Elon Musk, Twitter memiliki banyak kebijakan yang cukup kontroversial. Salah satunya adalah memberikan pengampunan ke ribuan akun yang sudah diblokir.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12.000 akun telah dikembalikan, termasuk akun penyebar hoaks, ujaran kebencian hingga akun pornografi atau bokep.

Jumlah ini diungkap oleh  software developer asal Jerman bernama Travis Brown. Ia mengetahui itu setelah melacak ID Twitter dan nama akun yang diblokir menggunakan Github.

Sejak 27 Oktober, sudah hampir 12.000 akun Twitter yang telah dipulihkan. Sementara sejak 8 November sudah ada ratusan akun yang diblokir telah dicabut.

Khusus di tanggal 21 November, hampir 2.500 akun yang diizinkan kembali ke Twitter, seperti dilansir Gizmodo, Selasa (6/12/2022).

Elon Musk batal membeli Twitter (sumber: suara.com)

Belum lama inidikabarkan kalau Musk berupaya memulihkan sekitar 62.000 akun dengan lebih dari 10.000 follower.

Akun yang pernah diblokir karena dianggap telah menyebarkan hoaks soal vaksin Covid-19, akun spam, profil yang membagikan konten tanpa hak cipta, hingga akun porno.

Sementara laporan lain mengatakan kalau ujaran kebencian semakin tinggi usai Elon Musk membeli Twitter. Konten rasis sampai komentar tidak menyenangkan banyak beredar di platform tersebut.

Tapi, Elon Musk membantah tuduhan tersebut dan menganggapnya keliru.

Baca Juga: Setelah Hujan Semalam, Sejumlah Desa di Jombang Terendam

"Tayangan ujaran kebencian terus menurun, meskipun ada pertumbuhan pengguna yang signifikan! @TwitterSafety akan menerbitkan data setiap minggu," kata Musk, dikutip dari Tech Times, Senin (5/12/2022).

"Kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan untuk menjangkau. Hal negatif seharusnya mendapatkan jangkauan lebih rendah daripada hal positif," sambung dia. (*)

Load More