Selebtek.suara.com - Pesepak bola Iran, Amir Nasr-Azadani dilaporkan terancam eksekusi mati karena ikut mengampanyekan hak-hak perempuan di negaranya.
Sistem peradilan Republik Islam berencana untuk menggantung pesepakbola berusia 26 tahun itu atas kematian Kolonel Esmaeil Cheraghi dan dua anggota Basij.
Iran saat ini sedang mengalami protes nasional yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dalam tahanan polisi pada September lalu.
Mahsa Amini telah ditahan oleh polisi karena diduga melanggar aturan ketat seputar hijab atau penutup kepala untuk perempuan.
Melansir Daily Star, menurut IranWire, Nasr-Azadani dan dua terdakwa lainnya muncul di televisi pemerintah pada 20 November, ketika mereka membaca pengakuan "paksaan".
IranWire menambahkan mereka mengetahui Nasr-Azadani, yang sebelumnya bermain untuk tim Rah-Ahan, Tractor dan Gol-e Rayhan di Iran, hadir dalam protes tersebut.
Namun, dikabarkan dia tidak pernah berada di dekat daerah tempat Cheraghi dan dua anggota Basij terbunuh. Dan sumber itu menambahkan keterlibatannya dalam aksi protes hanya sebatas meneriakkan slogan-slogan selama beberapa jam.
Menanggapi kasus ini, persatuan pesepakbola FIFPRO mengaku terkejut dan melontarkan protes keras.
“FIFPRO terkejut dan muak dengan laporan bahwa pesepakbola profesional Amir Nasr-Azadani menghadapi eksekusi di Iran setelah mengkampanyekan hak-hak perempuan dan kebebasan dasar di negaranya," tulis FIFPRO di Twitter, Selasa (13/12/2022).
Organisasi perwakilan dunia untuk 65.000 pesepakbola profesional itu meminta pemerintah Iran segera mencabut hukuman terhadap Nasr-Azadani dan menyerukan pembebasan sang atlet.
"Kami berdiri dalam solidaritas dengan Amir dan menyerukan agar hukumannya segera dicabut," lanjutnya.
Timnas Iran di Piala Dunia juga melakukan protes sendiri, karena mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pembukaan melawan Inggris pada 21 November.(*)
Sumber: Daily Star
Tag
Berita Terkait
-
Ayah Mutilasi Anak Kandung di Indragiri Hilir Divonis Hukuman Mati
-
Polisi Ditangkap usai Diduga Tembak Mati Fan Iran yang Rayakan Kemenangan Amerika Serikat di Piala Dunia 2022
-
Dituduh Jadi Mata-mata Israel, 4 Orang Dieksekusi Mati oleh Otoritas Iran
-
Iran Bubarkan Polisi Moral setelah Didemo Hampir 3 Bulan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan