Selebtek.suara.com – Seorang korban pelecehan di sebuah kampus negri di Padang, Sumatera Barat membeberkan bukti pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosennya. Saat itu, korban bersama rekannya yang lain mengunjungi rumah pelaku.
Ketika rekannya sudah keluar dari rumah pelaku, korban dan pelaku masih di dalam sebuah ruangan. Saat itu korban meminta izin kepada pelaku karena tidak bisa mengikuti mata kuliah wajibnya.
Korban mengatakan bahwa ia tidak bisa mengikuti mata kuliah karena ada kepentingan lain di luar kota dan sudah membeli tiket untuk berangkat.
Walaupun mengizinkan korban untuk tidak mengikuti mata perkuliahannya, dosen tersebut memberikan beberapa syarat, salah satunya berciuman.
Dikabarkan jika korban menolak, maka sang dosen bejat mengancam tidak akan meluluskan korban dan harus kembali mengulang mata kuliah yang sama di semester depan.
Berbekal ancaman itulah, pelaku berkali-kali melakukan aksi pelecehan terhadap mahasiswanya itu. Korban secara diam-diam berhasil merekam aksi bejat pelaku.
Selain melakukan pelecehan, pelaku juga seolah berusaha mendekati korban secara personal dengan mengajaknya jalan-jalan di lain waktu.
“Minta itu aja (cium) cukup kok,” ujar pelaku dengan menggunakan Bahasa Minang.
Dalam rekaman tersebut, terdengar korban sudah menolak. Namun pelaku berulang kali meminta kepada korbannya. Pelaku juga mengatakan bahwa hal itu adalah hadiah baginya untuk mengobati luka hati.
Baca Juga: 18+ Review Manga Hare-Kon: Kisah Tentang Wanita yang Menjadi Istri Ketiga
Setelah bukti rekaman tersebut disebar, ternyata sifat buruk pelaku ikut terbongkar. Diketahui pelaku sudah melakukan aksi bejatnya ini ke beberapa mahasiswa lainnya. Yang lebih mengerikan, pelaku sudah melakukan aksinya ini semenjak tahun 2000-an.
Pelecehan yang dilakukan oknum dosen itu bukan hanya dalam bentuk fisik namun juga melalui chatting, bahkan ada pula salah satu korban yang sempat ditiduri oleh pelaku.
Namun saat itu korban terpaksa bungkam karena diancam oleh pelaku. Padahal sebelumnya korban sudah pernah mengadukan nasibnya ke pihak kampus.
Akibat aksinya ini, pelaku sudah mendapatkan sanksi dari pihak kampus dan tidak mendapat izin untuk mengajar walaupun masih berstatus sebagai dosen.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bukan Sekadar Perebutan Emas, Gold Land Juga Menyoroti Sisi Gelap Manusia
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Respons Bahlil Lahadalia soal Lagu 'MBG' Bikin Warganet Gemas: Enggak Paham Sarkas?
-
Geger Kabar Minati Julian Alvarex, Barcelona Malah 'Dibully' Atletico Madrid
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
Eks AC Milan Bongkar Kartu AS Mikel Arteta untuk Jungkalkan PSG
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot
-
6 Moisturizer Mengandung Retinol untuk Malam Hari, Kulit Halus Bebas Kerut
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme