/
Kamis, 29 Desember 2022 | 09:42 WIB
Ridwan Kamil (YouTube Deddy Corbuzier)

Selebtek.suara.com - DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyoroti polemikKesra Jabar Gate’ antara Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan PWNU Jabar terkait dana bantuan Rp1 triliun.

Menurut anggota DPRD Jabar, Ihsanudin, Ridwan Kamil seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan segala sesuatu, terlebih yang berkenaan dengan data-data.

“Ini soal penyampaiannya statemen telah membantu Rp1 triliun itu dihadapan pengurus PWNU yang saat itu sedang melakukan muskerwil dan penyampaian itu tidak dilampirkan dengan data-data yang akurat,” kata Ihsanudin melansir JabarNews.com.

Ihsanudin mengatakan saat dipanggil PWNU Jabar, Ridwan Kamil yang diwakili Biro Yansos hanya menyampaikan data-data dari 14 Kabupaten/Kota, yang faktanya hanya membantu madrasah dan pesantren NU.

“Sementara kan PWNU Jabar atas nama institusi tidak tahu keakuratannya, apakah betul itu sekolah atau pesantren NU. Kalau tidak kan merasa dirugikan atas nama bendera NU-nya,” beber Ihsanudin.

Menurut Ihsanudin, PWNU Jabar hanya menerima sekitar Rp2,4 miliar per tahun dari dana hibah. 

Ihsanudin menduga Ridwan Kamil hanya menyampaikan citra yang baik bagi dirinya karena sedang memimpin hingga mengklaim pemberian dana Rp1 triliun tersebut.

“Cuman, harus tabayyun karena pak RK yang bilang begitu, bertanggung jawab menyampaikan klarifikasi,” ucapnya.

Di sisi lain, Ihsanudin menyampaikan, pernyataan Ridwan Kamil itu bisa menjadi temuan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika bantuan yang dimaksud tersebut masuk ke kantong oknum NU.(*)

Baca Juga: Alfatihah! Pak Ogah Meninggal Dunia, Publik Pun Berduka

Sumber: Jabar News

Load More