Selebtek.suara.com - Rian Mahendra mantan Direktur Operasional PO Haryanto secara blak-blakan mengaku menolak kembali ke perusahaan otobus atau PO Haryanto. Setelah resmi dipecat, Rian memilih untuk mandiri dengan mencari atau membuat lapangan pekerjaan baru.
Bukan lantaran sakit hati sehingga Rian menolak kembali ke perusahaan yang telah membesarkan namanya. Namun menurut Rian ada yang lebih krusial dari itu.
Sebagai informasi, Rian Mahendra sudah bergabung dengan PO Haryanto selama 19 tahun. Selama itu pula Rian sudah banyak berjasa dalam membesarkan PO Haryanto karena membuka banyak rute baru dan memperluas jaringan agen. Namun nasib berkata lain, Rian justru dipecat dari PO Haryanto oleh sang pemilik yakni Haji Haryanto yang tak lain merupakan ayah kandungnya sendiri.
Menurut penuturan Haji Haryanto, Rian dipecat karena diketahui tergila-gila dengan Bitcoin dan memiliki utang miliaran. Ayahnya, Haji Haryanto, mengatakan Rian Mahendra berjanji akan memberikan komisi sebesar 20 persen kepada orang yang meminjamkan uang kepadanya.
Keputusan PO Haryanto yang telah memecatnya tak membuat Rian patah arang dan sakit hati. Hanya saja, Rian menegaskan tidak akan kembali ke PO Haryanto. Rupanya, ia harus menjaga harga dirinya setelah dipecat dan surat pemecatan itu diviralkan.
"Kalau dulu beliau nggak ngambil keputusan nyebarin surat pemecatanku ke pengusaha, ke publik dan media sosial, mungkin ada kesempatan untuk kembali ke sana (PO Haryanto)," kata Rian Mahendra dikutip dari detikOto.
Rian merasa harga dirinya sudah jatuh saat pemecatan dirinya tersebar dan diketahui khalayak ramai.
"Tapi kalau itu sudah dilakukan, berarti kan boomerang yang beliau lempar sendiri. Penyataan itu seakan saya sudah tidak ada harganya lagi," ujarnya.
"Kalau orang lain melihat saya kembali ke sana, gimana ya... laki-laki itu boleh dibunuh tapi pantang dihina. Jadi harga diri saya kepakai. Jadi penyataan 'saya tidak akan pernah kembali' keluar karena memang itu yang dimau beliau," Rian, menegaskan.
Meski sudah memutuskan untuk tidak kembali ke PO Haryanto, Rian memastikan jika hubungannya dengan keluarga, termasuk Haji Haryanto tetap berjalan baik.
"Untuk ke depannya, kalau harapan saya dalam lingkup keluarga sampai sekarang tetap baik. Tapi kalau untuk kembali ke perusahaan (PO Haryanto), saya tipikal orang yang cepat move on," demikian Rian Mahendra.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Marah! Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Usir Pengembang saat Rapat Penolakan Musala di Bekasi