Selebtek.suara.com - Muhammad Sabil Fadilah (34), seorang guru SMK honorer harus menerima kenyataan pahit usai berkomentar di postingan sosial media Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Padahal, sewaktu masih berstatus sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) tidak mempermasalahkan soal lelucon yang disampaikan Muhammad Sabil Fadilah.
Sabil yang dipecat setelah menuliskan komentar dalam postingan instagram Ridwan Kamil, @ridwankamil itu bahkan sempat membuat lelucon pada Ridwan Kamil.
Mengutip wartakotalive, kala itu dalam postingan instagram Sabil, @sabilfadillah pada 3 Januari 2016 silam. Sabil yang mendukung Emil maju sebagai Cagub Jabar itu mengunggah tiga potret kedekatannya dengan Emil.
Dalam potret pertama, Ridwan Kamil terlihat tengah berswafoto dengan seorang perempuan bernama Sintya yang berseragam TV One.
Saat foto, Emil terlihat memegangi perut ketika berpose. Sabil pun meledek Emil soal perutnya yang buncit. Saat itu Emil tidak marah, sekarang Emil seperti mencari alasan pembenar terkait pemecatan Sabil, guru honorer SMK yang menyebut 'maneh’.
"Kunaon Kang Emil cepeangan wee peyut. Watir katingali buncit. (Kenapa Kang Emil pegangin perut aja? Khawatir keliatan buncit)," ledek Sabil dalam postingannya kala itu.
Dalam potret kedua, Sabil menggambarkan Ridwan Kamil yang duduk di atas kursi layaknya seorang raja. Sedangkan Sintya terlihat berjongkok dihadapan Emil digambarkan sebagai budak.
"Kang Emil: Sintyaaa sini!!! Sintya: Hamba Tuanku (jalan ngesot)," tulis Sabil.
Baca Juga: Luna Maya: Sekarang Saya Bisa Tertawa! Inikah Ucapan untuk Mengejek Syahrini?
Sementara itu, dalam potret ketiga, Sabil mengunggah potret dirinya berswafoto bersama Emil. Keduanya terlihat berjabat tangan komando dengan senyum sumringah.
Namun, keakraban dan kedekatan Sabil dengan orang nomor satu di Jawa Barat itu kini berubah 360 derajat.
Setelah hampir delapan tahun berlalu sejak potret tersebut diposting, hubungan Emil dengan Sabil langsung berubah. Apalagi kini Emil sudah berstatus Gubernur Jawa Barat, orang nomor wahid di Jabar.
Berbeda sikap ketika sebelum menjadi gubernur, orang nomor satu di Jawa Barat itu kini tak sudi dipanggil 'Maneh' oleh Sabil.
Hal tersebut menjadi alasan Emil menandai komentar Sabil dalam postingannya. Hingga berujung pemecatan Sabil yang cuma seorang guru honorer.
Rupanya Emil mengaku sengaja menandai komentar itu karena dianggapnya Sabil tidak sopan terhadap dirinya yang kini berstatus Gubernur Jawa Barat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Keamanan Siber Indonesia Masuki Babak Baru, Konvergensi IT dan OT Jadi Sorotan
-
Gunung Marapi Erupsi 25 Detik, PGA Ingatkan Ancaman Lahar Dingin di Sumbar
-
Harga Veloz Hybrid Alami Kenaikan di IIMS 2026, Termurah Rp 303 Juta
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Wawalkot Medan Zakyuddin: Bersih Itu Sudah Kewajiban, Terus Dirutinkan
-
Investasi SDM Jepang di Bogor, Brexa Targetkan Kirim 4.000 Tenaga Kerja Profesional Tahun Ini
-
Jordi Amat Solid, Rafael Struick Masih Tumpul: Bedah Rapor Bintang Timnas di Super League
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Fakta Mayat Perempuan Tak Utuh di Pesisir Selatan: Diduga Istri Siri Curanmor, Tubuh Dimakan Biawak
-
Mengulas The Psychology of Money: Pelajaran yang Jarang Diajarkan di Sekolah