/
Senin, 08 Mei 2023 | 18:17 WIB
Sikap Nursyah Dikritik Psikolog, Ibu Indah Permatasari Emosi dan Beri Tantangan Terbuka: Ketemu Dulu Sama Saya (Instagram)

Selebtek.suara.com - Ibunda Indah Permatasari, Nursyah tak terima konfliknya dengan Arie Kriting dikritik oleh seorang psikolog.

Nursyah menantang psikolog yang bernama Rose Mini itu untuk bertemu secara langsung dengannya agar tidak salah menilai.

Ia seolah ingin mengklarifikasi sikapnya yang mendapat penilaian buruk dari sang psikolog.

"Ketemu dulu psikolognya sama saya, supaya jangan salah menilai. Harus ketemu dulu sama saya," ujar Nursyah, dikutip Selebtek.suara.com dari video yang diunggah ulang oleh akun @viral_seleb.

"Karena jangan sampai dibilang saya ini selalu mulutku kotor, kan saya baca di sini," lanjutnya.

Tantangan tersebut dilontarkan Nursyah usai beredar video seorang psikolog bernama Rose Mini yang menyoroti sikap Nursyah terhadap Indah Permatasari dan Arie Kriting.

Menurut Rose Mini, Nursyah seharusnya menyelesaikan masalahnya secara kekeluargaan tanpa harus mengumbarnya di sosial media.

"Kalau menurut saya kalau nggak bisa diselesaikan di dalam keluarga, ngapain sih nyelesainnya melalui Instagram? Nggak akan ada jalan keluarnya," ujar Rose Mini.

Rose Mini sangat menyayangkan Nursyah yang seharusnya bisa bersikap lebih dewasa.

Baca Juga: Aturan Klaim Kacamata BPJS Terbaru 2023: Besaran Biaya dan Cara Mendapatkan

"Kita yang sudah lebih usia mungkin harusnya bisa lebih dewasa mengukur penting nggak itu untuk dilakukan. Ada nggak hal lain yang bisa kita lakukan untuk bisa memperbaiki apa yang terjadi saat ini," kata Rose Mini.

Rose Mini juga menyoroti sikap Nursyah yang kerap melontarkan hujatan kepada Arie Kriting secara terbuka di sosial media.

Menurutnya perkataan buruk akan menjadi sebuah doa dan akan berdampak pada diri sendiri.

"Dan kalau Anda menceritakan sesuatu di sosial media dengan bahasa yang tidak baik bukankah itu dosanya ke kita juga? Jadi perilaku kita, bahasa kita, itu mungkin tidak baik kemudian akan berdampak pada kita. Pada waktu kita mengucapkan sesuatu negatif itu dari mulut seseorang itu jadi doa," pungkasnya.(*)

Load More