Selebtek.suara.com - Oei Tiong Ham Concern (OTHC), sebuah perusahaan gula Semarang yang mendominasi pasar gula Asia dan dunia, mengalami kebangkrutan setelah meninggalnya sang pendiri.
OTHC didirikan oleh Oei Tiong Ham, seorang pengusaha Tionghoa kelahiran Semarang pada tahun 1893.
Perusahaan Oei Tiong Ham ini memiliki empat anak perusahaan di sektor gula yang beroperasi di India, Singapura dan London.
Dalam beberapa tahun, OTHC berhasil menguasai pasar gula dengan mengekspor 200 ribu ton gula.
Bahkan mengalahkan perusahaan-perusahaan Barat kala itu.
Namun, setelah Oei Tiong Ham meninggal pada tahun 1942, perusahaan menghadapi masalah yang mengakibatkan kehancurannya dalam waktu singkat.
Dikisahkan dalam Buku Tionghoa Dalam Pusaran Politik yang dikutip Selebtek.suara.com, para pewaris OTHC mengajukan tuntutan ke pengadilan Belanda.
Para pewaris menginginkan untuk mendapatkan kembali uang deposito yang disimpan di De Javasche Bank sebelum Perang Dunia II.
Pemerintah Indonesia kala itu ingin menggunakan uang tersebut untuk membangun pabrik gula, tetapi para pewaris menganggapnya sebagai penggunaan yang tidak sah.
Baca Juga: Sekelumit Keterlibatan Happy Hapsoro dalam Kasus Korupsi BTS 4G, Refly Harun: Ada Pembekingan?
Para pewaris berhasil memenangkan tuntutan mereka, namun ini menjadi awal dari malapetaka bagi OTHC.
Pemerintah mencari alasan untuk menyita semua aset perusahaan tersebut.
Pada tahun 1961, pemilik saham utama Kian Gwan dipanggil ke pengadilan Semarang dan OTHC dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan valuta asing.
Akibat tidak adanya pembelaan, seluruh aset OTHC dan keluarga Oei Tiong Ham disita oleh negara.
Hal ini kemudian digunakan sebagai modal pendirian BUMN tebu bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada tahun 1964.
Setelah pengambilalihan, jejak bisnis OTHC selama puluhan tahun di zaman kolonial pun hilang.
Berita Terkait
-
Bernasib Sama Seperti Ahmad Dhani, Posan Tobing Somasi Band KotaK Larang Bawakan Lagu Ciptaannya!
-
Ada 100 Lebih Barang Ferry Irawan Dikembalikan Venna Melinda, Ibunda Bereaksi: Mungkin Belum Puas Sakitin Ferry!
-
Beda Sikap Setelah Lepas Cadar, Inara Rusli Akui Dulu Tertawa Saja Ada Aturannya
-
Rumah Pengusaha Terkaya Asia di Semarang Roboh Secara Misterius
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Jangan Sampai Kehabisan! Promo Indomaret Terbaru April Banyak Diskon Besar & Beli Gratis
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Siswa SMP Islamic Center Siak Meninggal Kena Ledakan Senapan 3D saat Ujian Praktik
-
Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle