Selebtek.suara.com - Selebgram Chaca Novita, salah satu pemeran film porno sebuah rumah produksi di Jakarta Selatan diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada Selasa (19/9/2023).
Dalam keterangannya, Chaca Novita merasa dirinya sebagai korban karena mengira akan membintangi sinetron religi.
"Intinya di sini saya sudah memenuhi panggilan kepolisian, Saya di sini juga sebagai saksi kalau saya itu benar-benar korban karena setahu saya film ini sudah legal dan ada rumah produksinya yang jelas sudah legal," kata Chaca Novita kepada awak media usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Jakarta, dikutip pada kamis (21/9/2023).
"Saya nggak ngira kalau kayak gitu (film porno). Intinya ditawari saya pikir kayak film pintu berkah gitu," lanjutnya.
Aktris yang telah membintangi beberapa judul FTV itu mengaku telah dua kali terlibat dalam pembuatan film porno rumah produksi Kelas Bintang itu dengan bayaran yang kecil.
"Saya cuma dua judul," ujar Chaca Novita.
"Dibayarnya kecil ya, cukup saya aja dan polisi yang tahu," katanya lagi.
Namun, setelah mengetahui bahwa ia tertipu, Chaca menolak untuk ikut bermain lagi.
"Iya merasa tertipu, makanya saya bilang saya korban. Itu aja. Makanya udah dua judul itu saya menolak untuk tidak bermain lagi," jelasnya.
Baca Juga: Tablet Oppo Pad 2 Resmi Dirilis: Apa yang Perlu Anda Ketahui?
Kuasa hukum Chaca Novita, Acong Latif menjelaskan bahwa kliennya mendapat tawaran main di film tersebut dari DM Instagram.
Chaca Novita mengaku datang untuk casting namun langsung dipaksa beradegan vulgar sesampainya di lokasi syuting.
Ia sempat menolak beradegan intim, lantaran tidak sesuai dengan perkiraannya. Namun, pihak rumah produksi marah dan memaksanya untuk tetap melakoni adegan panas tersebut.
Chaca pun akhirnya terpaksa menerima tuntutan beradegan ranjang di film-film garapan Irwansyah itu.
"Dia sempat mau nolak, bukan dia diam. Dia menolak, dia tidak mau," ujar Acong Latif.
"Tapi ternyata ngajak atau yang menghubungi CN ini sempat marah karena dia menolak. Akhirnya karena dia perempuan, sendiri datang ke situ, sehingga dia tidak bisa menolak dan syuting lah jadi pemeran di situ," tandasnya.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Main Film Bokep, Chaca Novita Ngaku Tertipu: Gak Ada Alasan Lain?
-
Pemeran Bokep Chaca Novita Mengira Bintangi Film Hidayah, Artis Ramai-Ramai Meledek
-
Nekat Main Film Dewasa dan Beradegan Panas, Virly Virginia: Saya Dipaksa Irwansyah!
-
Polisi Buru Siskaeee dan Virly Virginia Terkait Produksi Film Dewasa di Jakarta Selatan
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba di Whiterabit Club, Lima Orang Diringkus
-
Dilema Mudik Lebaran: Siapa yang Jaga Orang Tua Rentan Saat Semua Keluarga Pulang Kampung?
-
5 HP Kamera Jernih Rp1 Jutaan untuk Foto-Foto Lebaran Makin Estetik
-
Harga Minyak Dunia Makin Melonjak, Nilainya Tembus Rp1,8 Juta per Barel
-
Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Apa Saja? Ini Balasan Terbaiknya
-
10 Pantun Mudik Lebaran 2026 Lucu dan Menghibur untuk Keluarga
-
Momen Kocak Putra Ferdy Sambo Turun ke Jalan Edukasi Mudik Hingga Disangka Razia
-
Xiaomi Jadi Nomor 1 di Indonesia 2025, Kuasai Smartphone, Tablet dan Wearable
-
Link CCTV Malang Live Mudik Lebaran, Pantau Kondisi Jalan Real-Time
-
Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras Andrie Yunus, Komisi I DPR: Hukum Berat, Jangan Ditutupi!