Selebtek.suara.com - Food Vlogger Farida Nurhan membongkar siapa sosok dibalik akun TikTok Codebluuu dan Instagram Codeblu. Namun, alih-alih mendapat dukungan, perempuan asal Lumajang ini justru dituduh melakukan doxing.
Farida Nurhan juga dianggap telah melakukan body shaming ke Codeblu. Kelakuannya itu pun membuat banyak netizen yang menilai kalau Farida Nurhan terkena star syndrom.
Codeblu sendiri adalah akun yang sering memberikan kritikan pedas saat mereview makanan. Baru-baru ini Codeblu membuat konten review ke kedai Bang Madun.
Di setiap kontennya, Codeblu tak pernah menampakan diri. Hal itu pula yang nama Codeblu langsung viral setelah dibongkar oleh Farida Nurhan.
Berikut ini adalah profil Codeblu
Sosok Codeblu terbongkar pertama kali dari komen Darida Nurhan di Instagram @codeblu, dan menyebut akun tersebut dengan nama William Anderson.
"Nerima endorse nggak willian anderson?" tulis Farida Nurhan di kolom komentar pada Sabtu (23/9/2023) yang saat ini sudah dihapus.
William Anderson alias Codeblu memang dikenal sebagai food vlogger. Namun, berbeda dengan food vlogger lainnya, Codeblu justru selalu memberikan kritikan pedas di setiap reviewnya.
Misalnya ketika mereview kedai Bang Madun yang sebelumnya viral. Ia mengatakan kalau banyak masakan di kedai tersebut tak layak dan harganya terlalu mahal.
Baca Juga: Jidat Semakin Lebar dan Garis Rambut Terus Mundur, Waspada Tanda Kebotakan Mengintai!
"Ayamnya kering enggak bisa dimakan. Pakai sendok aja susah sekali. Ini besi loh apalagi gigi gua," katanya.
Namun, meski gaya reviewnya terbilang sangat pedas, banyak netizen yang mendukung dan justru sepakat dengan ucapan Codeblu ketika mereview makanan.
Di kehidupan pribadi, Farida Nurhan membocorkan kalau sosok di balik Codeblu memiliki masalah dengan mertua. Bahkan ia menuduh kalau William Anderson membawa kabur anak orang sejak setahun lalu.
Dari rekaman yang dibagikan, Codeblu alias William Anderson memiliki istri bernama Rosa. Saat ini William dan Rosa tinggal di Bali.
Sementara itu, diduga jika nama Codeblu merupakan plesetan dari Code Blue, istilah kedokteran yang digunakan untuk pasien yang mengalami kondisi henti jantung.
Jika kode ini disebutkan, maka petugas kesehatan harus memberikan respon secepat mungkin agar kondisi pasien terselamatkan. kode ini pertama kali digunakan di Bethany Medical Center pada awal tahun 1900. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Review The Art of Sarah: Saat Kemewahan Jadi Topeng yang Menutup Kepalsuan
-
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2026: Banyak Long Weekend, Cocok untuk Liburan
-
Brian McKnight Jadi Bintang Tamu Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Bayarannya Berapa?
-
Update Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Verdonk Cadangan, Tim Jay Idzes Imbang
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Profil Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin
-
Datang Kondangan, Raffi Ahmad Doakan El Rumi dan Syifa Hadju Cepat Punya Anak
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?