/
Selasa, 26 September 2023 | 15:39 WIB
Soeharto dan Tien Soeharto ((Instagram/@cendana.archives))

Selebtek.suara.comSoeharto ternyata lebih suka masakan tradisioanl ketimbang harus memakan masakan Western.

Berbeda selera dan beda lidah, Soeharto memilih masakan Indonesia karena dari segi cita rasa yang khas.

Seperti diiketahui, Soeharto memiliki keluarga besar yang sisebut keluarga Cendana, yakni terdiri dari Soeharto dan Tien Soeharto, Siti Hartinah telah  dikaruniai enam anak, yakni Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), dan Siti Hutami Endang Adiningsih

Keluarga mereka dinamai keluarga Cendana sebab Soeharto dan keluarganya tinggal di Jalan Cendana.

Ketika ditanya oleh Achmad Ritopan, Tommy Soeharto memberitahu mengenai mengenai kegiatan mereka saat acara halal bihalal.

"Momen saat ngumpul keluarga atau halal bihalal ini sering mas ada di Keluarga Cendana gitu?, " tanya Achmad Ritopan.

"Pasti yang utama tentunya waktu halal bihalal ya, selalu ada di sebelah, di Cendana 8,"ucap Tommy Soeharto dilansir dari YouTube Lensa Indonesia – RTV pada Selasa (26/09/2023).

Namun, ada tradisi wajib yang dilakukan setiap malam dalam tradisi Soeharto beserta keluarganya.

Tradisi itu sering dilakukan Soeharto saat menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 32 tahun.

Baca Juga: Panggil Ramadhan Sananta, Indra Sjafri Isyaratkan Langsung Cadangkan Titan Agung

Terungkap, Soeharto sering makan malam bersama Tien Soeharto dan anaknya untuk menjaga keharmonisan keluarga Cendana.

"Kalau waktu itu beliau berdua masih mejabat, hampir tiap malam kami itu makan malam bersama," ucap Tommy.

Dibalik sikap diktatornya, makanan yang disukainya merupakan makanan khas Indonesia dan tradisional khususnya dari Jawa.

"Mereka lebih  suka menu-menu makanan nasional, Jawalah. Ada yang biasa dimasak oleh almarhumah ibu itu biasanya ini, sayur tempe. Biasanya itu kayak sayur lodeh tapi ada tempe dan itu justru favoritnya Pak Harto. Berarti bukan makanan-makanan keren kayak western-lah atau apa, nggak ya begitu, Nggaklah. karena memang beliau kan dari desa," ujar Tommy Soeharto.

Lebih lanjut, Soeharto kerap bertanya kepada anaknya mengenai wejangan yang diberikan.

"Tapi kan kalau dulu, misalnya makan bersama nih malam-malam. Pak Harto itu masih sering ngasih wejangan gak sih, ngingetin. Atau justru makan malam waktunya beliau marahin anak, 'nih kamu nakal,” tanya Achmad.

"Nggak, biasa kok ya, ya makan. Kalau emang anak-anak ada yang bertanya gitu, semuanya ya dijawab, dijelaskan dan diarahkan," jelas Tommy.

“Pak Harto seterbuka itu ya?,” ucap Achmad.

"Oh iya, bapak dan ibu itu sangat terbuka kepada anak-anaknya,” balas Tommy Soeharto.(*)

Load More