Suara.com - Siang itu, cahaya matahari menembus rimbunnya pepohonan di Lebong Tambang, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Di sebuah rumah kayu sederhana, lampu bohlam berwarna putih untuk pertama kalinya menerangi ruang tamu yang selama ini hanya mengandalkan cahaya seadanya saat malam tiba.
Di bawah cahaya tersebut, Singgih Permana tersenyum haru. Bertahun-tahun keluarganya hidup tanpa sambungan listrik mandiri. Namun kini, melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT PLN (Persero), rumahnya resmi teraliri listrik mandiri.
“Sekarang anak-anak bisa belajar tanpa takut gelap. Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PLN dan pemerintah,” ujar Singgih.
Bagi Singgih, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan. Ia berharap dengan adanya listrik yang andal, keluarganya dapat meningkatkan kualitas hidup, mulai dari mendukung pendidikan anak hingga membuka peluang usaha kecil di rumah.
Sementara itu, Hayati, penerima manfaat lainnya di Lebong Tambang, Kabupaten Lebong dengan mata berbinar memperlihatkan kipas angin yang kini dapat berfungsi di ruang tamunya. Hal sederhana yang sebelumnya mustahil, kini menjadi kenyataan. Bagi banyak keluarga, listrik bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang akhirnya terpenuhi.
Program BPBL di Provinsi Bengkulu sendiri menghadirkan sambungan listrik bagi 750 keluarga prasejahtera. Sebanyak 277 keluarga di Desa Tanjungan, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma menerima sambungan pada 6 Februari 2026, disusul 473 keluarga di Kabupaten Lebong pada 7 Februari 2026.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah dan PLN dalam mempercepat pemerataan energi.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mengapresiasi kolaborasi dengan PLN. Program penyambungan listrik gratis ini membuktikan bahwa ketika Pemerintah dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berjalan beriringan, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
BPBL merupakan inisiatif dari Kementerian ESDM sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri. Penyalaan simbolis dilakukan di salah satu rumah penerima manfaat, ditandai dengan pemasangan kWh meter dan penyalaan instalasi listrik secara langsung, sebuah momen yang disambut tepuk tangan dan rasa syukur.
Baca Juga: Viral Bus Listrik Transjakarta Terobos Lampu Merah di Gandaria, Pramudi Langsung Disanksi Tegas
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik menjadi prioritas PLN dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan. PLN, lanjutnya, mendukung penuh pelaksanaan Program BPBL bersama Pemerintah melalui Kementerian ESDM.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, kami siap all out menyukseskan Program BPBL. Bagi kami, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN akan memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik,” jelas Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Adhi Herlambang, menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus kesejahteraan masyarakat.
“PLN Bengkulu terus berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses listrik. BPBL menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui PLN untuk menghadirkan energi yang berkeadilan. Listrik yang andal akan menjadi fondasi peningkatan kualitas hidup sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kini, dari rumah-rumah kayu di pelosok Bengkulu, cahaya tak lagi hanya menjadi impian. Ia telah menyala menerangi ruang belajar anak-anak, menghidupkan aktivitas keluarga di malam hari, serta menguatkan langkah 750 keluarga menuju masa depan yang lebih cerah.***
Berita Terkait
-
Masalah Baru Mobil Listrik Bukan Harga atau Jarak Tempuh? Simak 4 Rekomendasi Terbaik di 2026
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
5 Rekomendasi Panci Listrik untuk Anak Kos, Praktis untuk Masak Buka Puasa dan Sahur
-
5 Motor Listrik Jarak Tempuh Tembus 100 Km: Sanggup Mudik Lintas Provinsi, Mulai Rp14 Juta
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027
-
Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen
-
Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS
-
Perbandingan Harga Emas Antam vs Komoditas di Pegadaian, Galeri24 dan UBS Naik!
-
Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi
-
Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen
-
Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak
-
Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!
-
Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini
-
Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut