/
Senin, 23 Mei 2022 | 19:35 WIB
instagram @aslisemarang

SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau banjir rob yang terjadi di Kota Semarang, Senin (23/5/2022) siang.

Ganjar Pranowo juga telah meminta kepala daerah di wilayah Pantura termasuk Kota Semarang untuk menyiapkan posko darurat di lokasi yang terkena rob.

Ganjar Pranowo mendapatkan laporan bahwa kondisi banjir rob seperti di Semarang ini berpotensi akan berlanjut untuk beberapa waktu ke depan.

"Pantura sekarang lagi kita minta koordinasi untuk standby khususnya yang di Kota Semarang, Demak, Pati dan di Pekalongan," kata Ganjar Pranowo.

Selain meminta untuk menyiapkan tempat evakuasi dan posko lengkap yang terdiri dari kesehatan dan kebencanaan, Ganjar juga meminta Pemda juga menyiapkan ndapur umum.

Sebab Ganjar menerima laporan warga yang tak bisa mengevakuasi keluarganya karena banjir rob.

"Kita minta untuk memberikan laporan-laporan, jadi yang sampai ke saya langsung saya bagikan dan mereka ditelponi kita minta untuk diturunkan tim ya agar tim rescuenya bisa cepat (dievakuasi)," ujarnya.

Ganjar mengatakan, banjir rob ini terjadi akibat anomali cuaca. BMKG, kata Ganjar, terus memperbaharui informasi terkini cuaca.

Ganjar meminta masyarakat juga untuk terus memantau perkembangan.

"Perkiraan masih akan berlangsung, mudah-mudahan kita bisa menyiapkan karena memang cukup tinggi dari lautnya naik cukup tinggi," ucapnya.

BMKG telah menginformasikan kepada Ganjar Pranowo bahwa kenaikan pasang air laut akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Diketahui, di Kota Semarang, tepatnya daerah Pelabuhan Tanjung Emas terjadi banjir rob.

Bahkan ada titik yang terdampak banjir rob hingga ketinggian 1,5 meter.

Adapun salah satu penyebab tingginya rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang adalah jebolnya tanggul di kawasan Lamicitra akibat tidak sanggup menahan debit air yang terlalu besar.

Load More