/
Selasa, 24 Mei 2022 | 06:09 WIB
BPBD Jateng

SUARA SEMARANG - Banjir rob terjadi di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Senin (23/5/2022).

Tanggul yang jebol di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas memperparah banjir rob yang terjadi di daerah utara Kota Semarang tersebut.

Pada Senin malam, Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi yang terkena rob dan menyebut ada dua titik tanggul yang jebol, yakni di area sekitar PT Lamicitra Nusantara dan Kampung Ujung Seng.

"Puncak air pasang tertinggi sebelumnya terjadi bulan Juni tahun 2020 ketinggiannya 1,8 meter. Untuk hari ini ketinggian air pasang mencapai 2,1 meter. Jadi sebagian limpas, sebagian lagi membuat tanggul jebol," terang Hendrar Prihadi.

Akibat terjadinya tanggul jebol dan banjir rob dirasakan oleh sedikitnya 6 RW di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.

"Sedulur-sedulur yang terdampak kami catat hingga saat ini sampai 6 RW di wilayah pesisir Kota Semarang, yang sebagian besar masyarakat tidak menghendaki mengungsi," tuturnya.

Walikota Semarang berjanji akan memberikan kebutuhan darurat warga yang terdampak banjir rob ini, termasuk makanan.

"Pak Kapolrestabes dan Pak Dandim, serta kawan-kawan swasta yang akan terlibat," jelasnya.

Selain itu, Walikota Semarang langsung memerintahkan untuk segera dibuatkan tanggul darurat dengan menumpuk karung berisi pasir.

Hendrar Prihadi mengungkapkan jika air pasang tinggi tidak hanya terjadi di Kota Semarang. Beberapa kepala daerah di pesisir utara juga melaporkan hal yang sama.

"Tadi beberapa daerah di pesisir utara juga sudah mengeluhkan hal yang sama. Hanya di Kota Semarang ini di luar dugaan, karena ada satu titik yang selama ini aman - aman saja, tapi hari ini kita lihat kedalamannya 1 sampai 1,5 meter," ungkap Hendi.

Load More