SUARA SEMARANG - PSIS Semarang tak hanya tampil cantik saat melumat perlawanan Persita Tangerang, tapi juga punya sosok cantik di tim dokter, ini lah profil biodata Mufidah.
Mufidah menjadi bagian dokter di tim PSIS Semarang dan mencuri perhatian karena sosok cantiknya menjadi perhatian isi Stadion Manahan dan menghiasi layar televisi saat siaran langsung Piala Presiden 2022.
Bagi yang ingin kenal siapa dokter Mufidah, simak profil dan biodata dia yang sebagai tim dokter di PSIS Semarang.
Nama dokter Mufidah mencuri perhatian saat berlari ke tengah lapangan menghampiri pemain PSIS Semarang yang cedera saat tanding lawan Persita Tangerang di Piala Presiden 2022, Senin 13 Juni 2022.
Simak berikut ada profil dan biodata dokter Mufidah di tim PSIS Semarang yang curi perhatian di laga Piala Presiden 2022.
Pada laga PSIS Semarang vs Persita Tangerang ada sosok dokter wanita, dialah Mufidah yang ada di tim dokter PSIS Semarang.
Saat laga Piala Presiden, dengan sosok rambut panjang terurai, dokter Mufidah dari tim dokter PSIS Semarang berlari berusaha untuk mengecek salah satu pemain PSIS Semarang yang cederaa.
Berikut profil dan biodata dari Mufidah dokter cantik tim PSIS Semarang yang siap memberikan pertolongan pada semua pemain Mahesa Jenar.
Bagi kalian yang sedang mencari profil dan biodata dokter cantik Mufidah dari tim PSIS Semarang simak penjelasan lengkap tentang dia di sini.
Di ketahui PSIS Semarang merekrut dokter Mufidah dan diperkenalkan langsung melalui akun resmi @psisfcofficial pada Rabu 8 Juni 2022.
PSIS Semarang merekrut dokter Mufidah sebagai dokter tim untuk mendampingi selama musim Liga 1 2022-2023.
Tugas utama dokter Mufidah untuk menjaga para pemain dan ofisial PSIS Semarang tampil sehat selama mengikuti kompetisi.
"Malam ini turut diperkenalkan dokter tim baru PSIS Semarang yaitu Dokter @pipitamory untuk mendampingi tim selama kompetisi musim ini.
Selamat bergabung Dokter Mufidah, pastikan semua pemain dan official sehat bagas waras semua ya!" tulis @psisfcofficial.
Berikut biodata dan profil dari dokter Mufidah di tim PSIS Semarang.
Berita Terkait
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Harta Rp73 Miliar Menteri PU Dody Hanggodo, Koleksi Mobil Mewah dan Polemik Mutasi ASN
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya
-
Jaksa Tegaskan Dokter Tifa Tetap Bisa Didakwa Meski Laporan Sudah Dicabut
-
Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut
-
Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura
-
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat
-
Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi
-
Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah
-
GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT
-
Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal
-
Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli
-
Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan
-
KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga