/
Rabu, 15 Juni 2022 | 07:34 WIB
instagram @panserbiru2001

SUARA SEMARANG - Basis Pendukung PSIS Semarang, Panser Biru menyerukan "Say No To Catcalling" dalam stadion dan sepak bola.

Menurut unggahan instagram Panser Biru, catcalling termasuk pelecehan dan menimbulkan dampak buruk bagi korban.

Panser Biru meminta suporter untuk dewasa dan mengganti catcalling dengan tepuk tangan untuk memberikan semangat.

"Catcalling termasuk pelecehan, perlakuan ini juga bisa menimbulkan dampak buruk bagi psikologis sang korban, alangkah baiknya bila perlakuan tersebut bisa diganti dengan tepukan tangan," tulis caption instagram @panserbiru2001 pada Selasa (14/6/2022).

Dalam kolom komentar, banyak netizen yang mendukung untuk menghentikan catcalling dalam stadion.

Suporter ingin menciptakan stadion sebagai ruang yang nyaman bagi perempuan dan anak.

"Jadikan stadion tempat yang ramah bagi anak anak dan wanita," tulis seorang netizen dalam kolom komentar instagram Panser Biru.

"Yoh dewasa yoh, ojo di singsoti, ojo di kyu kyu. Cukup di keploki wae ngen semangat," tulis netizen lainnya menguatkan

Panser Biru dalam unggahannya menambahkan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu bangsa, ketika di dalam lapangan semua bersatu tak memandang kasta, ras, suku, gender maupun agama.

"Tan Malaka pernah berkata 'Sepak bola adalah alat perjuangan' maka dari itu mari kita perjuangkan hak-hak kaum hawa agar setara baik di dalam atau di luar lapangan," tulis caption Panser Biru.

Hal tersebut menanggapi banyaknya suporter yang masih belum dewasa ketika di dalam stadion melihat adanya perempuan yang ikut menonton pertandingan sepak bola.

Kadang kala catcalling masih terjadi dan akan membuat penggemar sepak bola dari kaum perempuan enggan menonton di stadion lagi.

Terlebih lagi, saat ini PSIS Semarang memiliki dokter perempuan yang akan mengawal pertandingan Mahesa Jenar dan akan sibuk keluar-masuk lapangan untuk merawat pemain yang mengalami masalah medis.

Panser Biru tidak ingin terjadi catcalling pada siapapun yang ada di stadion dalam pertandingan dan menjadikan sepak bola sebagai hiburan bagi semua kalangan, termasuk perempuan.

Load More