/
Kamis, 23 Juni 2022 | 18:46 WIB
suara.com/partahi

SUARA SEMARANG - Pada perayaan hari raya Idul Adha 2022 mendatang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah menyatakan di Jateng surplus hewan kurban.

Adapun menurut data Disnakkeswan Jateng, terdapat 399.302 hewan kurban sedangkan kebutuhan kurban di Idul Adha 2022 adalah 372.682 ekor.

Dengan demikian provinsi Jateng sedang surplus hewan kurban sebanyak 26.620 ekor.

Terkait virus PMK, Kepala Disnakkeswan Jateng, Agus Wariyanto menjelaskan aturan terkait kurban dalam Idul Adha 2022.

"Berdasarkan Fatwa MUI, ada dua jenis sapi yang terkena PMK, yang berat dan yang ringan. Kalau yang ringan masih bisa dijadikan hewan kurban dan sah. Nah kalau yang berat sampai lempoh (lumpuh) kukunya copot itu tidak bisa," ujarnya, Selasa (21/6/2022). 

Berdasar data Disnakkeswan Jateng pada Rabu (22/6/2022) ternak yang terduga mengalami gejala PMK sejumlah 23.487 ekor. Sebanyak 300 di antaranya dinyatakan positif PMK, melalui uji medis. 

Dari jumlah ternak terduga PMK, sebanyak 20.254 ekor mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163, dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.

Terkait penutupan sejumlah pasar hewan, Agus menyebut hal itu menjadi kewenangan pemkab ataupun pemkot.

Agus menggarisbawahi, penutupan pasar hewan menjadi upaya mencegah penyebaran transmisi PMK.

Selain itu, hal itu harus diikuti untuk mengantisipasi PMK saat perayaan kurban Idul Adha 2022 yaitu dengan penjagaan lalu lintas hewan ternak.

Load More