SUARA SEMARANG - Di dapatkan Keterangan dari pelaku eksekutor penembakan, jika Kopral Dua M pernah perintahkan beri racun, pencurian dan kirim santet ke istri.
Kopral Dua M memberikan perintah kepada eksekutor penembakan yakni S alias Babi untuk memberi racun pada korban atau sang istri.
Tak hanya itu, Kopral Dua M juga memberikan perintah bagi S atau Babi untuk melakukan tindakan pencurian pada korban yang bisa menyebabkan kematian.
Lebih mengejutkan, Kopral Dua M juga sempat melakukan perintah untuk mengirimkan ilmu hitam santet ke istri atau korban penembakan Rina Wulandari.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebutkan hasil penyidikan tersangka jika satu bulan sebelum ekseskusi penembakan ada perintah pemberian racun, pencurian dan santet.
"Jadi dari keterangan babi, sebulan yang lalu dia memerintahkan untuk meracun istrinya, kedua mencuri jadi pura pura mencuri yang tergetnya istrinya mati, kemudian menggunakan santet," katanya, saat Konpres di Mapolda Senin (25/7/2022).
Meski begitu, Keterangan tersangka belum bisa dipastikan sebab harus dikroscek dengan Kopral Dua M.
Kopral Dua M, suami dari korban penembakan sendiri masih dalam pencarian sebab melarikan diri usai kejadian.
Tim gabungan pun dibentuk untuk mengejar keberadaan Kopda M yang melarikan diri.
Baca Juga: Kopral Dua M Suami Korban Serahkan Uang Rp 120 Juta pada Eksekutor Penembakan Usai Antar Istri ke RS
"Kami imbau kepada suami korban agar menyerah diri sebelum kami bertindak tegas," katanya.
Kapolda juga mengatakan bahwa tindakan ekseskusi penembakan sudah terencana oleh pelaku.
Termasuk dalam mendapatkan senjata api yang disinyalir adalah rakitan dengan harga dibeli Rp 3 juta.
Sebagai eksekutor kata Kapolda adalah S atau Babi dengan melepaskan dua kali tembakan yang dibonceng pelaku lainnya mengunakan Kawasaki Ninja.
Saat itu tembakan pertama tidak mematikan kemudian kembali ke posko yang berjarak 200 meter dari TKP.
Dari posko, pelaku eksekutor penembakan kemudian melakukan komunikasi dengan seseorang yakni suami korban, Kopral Dua M.
Tag
Berita Terkait
-
Modus Suami Istri Edarkan Uang Palsu Ratusan Ribu, Dipakai Berbelanja di Pasar Tradisional
-
Anggota Polresta Manado Tembak Warga Tepat di Bagian Dada
-
Diduga Korban Mutilasi, Polisi Kembali Temukan Potongan Tubuh Manusia di Aliran Sungai Desa Kalongan
-
Update Kasus Bocah SD Korban Bully Meninggal karena Depresi: Polisi Naikan Status ke Penyidikan
-
Sadis, Sekelompok Pria Bersenjata Celurit Aniaya Karyawan yang Sedang Istirahat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat