SUARA SEMARANG - Dugaan kuat polis jika Kopral Dua M suami korban adalah otak dari percobaan pembunuhan dengan penembakan pada Rina Wulandari istri dia.
Hal ini dikuatkan dari keterangan pelaku atau eksekutor penembakan istri TNI, dimana telah menerima uang Rp 120 juta sebagai kompensasi pekerjaan.
Lima pelaku komplotan penembakan diamankan polisi yakni dua eksekutor, dua pengawas lapangan, dan satu penyedia senjata api.
Hasil penyidikan polisi dari jajaran Polda Jateng menyebutkan, dugaan kuat suami korban yakni Kopral Dua M adalah otak dibalik percobaan pembunuhan dengan penembakan.
"Suami korban setelah mengantar ke Rumah Sakit kemudian keluar menuju minimarket berjarak 300 meter dari RS," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat preskon gelar perkara, di Mapolda Senin (25/7/2022).
Ahmad Luthfi menyebut, suami korban Kopral Dua M memberikan uang Rp 120 juta sebagai kompensasi atas kegiatan penembakan tersebut pada eksekutor.
Dari keterangan pengakuan tersangka penembakan, Kapolda menerangkan, perintah langsung diberikan suami korban Kopral Dua M untuk melakukan eksekusi penembakan pada istrinya Rina Wulandari.
"Hasil ungkap Senin tanggal 18 jam 8 pagi sudah pematangan tkp, jam 11.38 kegiatan penembakan, dua orang, mengikuti korban pada saat menjemput anaknya," katanya.
Selanjutnya, sebagai eksekutor kata Kapolda adalah S atau Babi dengan melepaskan dua kali tembakan yang dibonceng pelaku lainnya mengunakan Kawasaki Ninja.
Baca Juga: Penembakan Istri TNI di Semarang, Tersangka Mengaku Suami Korban Otak Percobaan Pembunuhan
Saat itu tembakan pertama tidak mematikan kemudian kembali ke posko yang berjarak 200 meter dari TKP.
Dari posko, pelaku eksekutor penembakan kemudian melakukan komunikasi dengan seseorang yakni suami korban, Kopral Dua M.
"Dapat istruksi dari suami untuk dilakukan penembakan kedua," katanya.
"Tembakan pertama tembus, di tkp proyektil satu, tembakan kedua besarang di tubuh korban dan diangkat (operasi) jadi dua proyektil kita amankan," lanjutnya.
Polisi mengamankan barang bukti antara lain satu pucuk pistol, dua magazine, empat butir peluru tersisa di magazin, 1 unit Honda Beat hitam , 1 unit Ninja warna hjau, jaket, celana jins, sepatu, topi termasuk emas dan motor yang dibeli pelaku dari hasil uang tersebut.
Berita Terkait
-
Otak Penembakan Istri TNI di Semarang Ternyata Suaminya Sendiri
-
Rekomendasi 10 Hotel di Semarang di Bawah Harga Rp100.000
-
Emosi Sudah Tak Tertahankan, Mau Marah Ehh Gak Jadi
-
Beredar Video Diduga Ibu Bhayangkari Kedapatan Berduaan dengan Oknum Polisi di Hotel Saat Suami Dirawat
-
Aksi Santuy Polisi Razia Pemotor Tak Gunakan Helm, Dibentak-bentak Tetap Sabar Tanpa Emosi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Denny Sumargo Tak Mau Biel Manja: Dibiasakan Hadapi Masalah Sendiri Sejak Kecil
-
Han Ji Min dan Koo Kyo Hwan Berpeluang Jadi Pasangan di Film Typhoon