SUARA SEMARANG - Menko Polhukam, Mahfud MD membocorkan sedikit mengenai motif pembunuhan Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
Menurut Mahfud MD, motif pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo sangat sensitif dan hanya boleh didengar orang dewasa.
Diketahui, pada Selasa (9/8/2022) malam Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka keempat dalam pembunuhan Brigadir J.
"Soal bukti itu, biar dikonstruksi hukumnya. Karena itu sensitif hanya boleh didengar oleh orang dewasa," ujar Mahfud MD dari YouTube Kemenko Polhukam, Selasa (9/8/2022).
Mahfud MD mengapresiasi Polri yang sudah menemukan titik terang atas penembakan Brigadir J ini.
Adapun pelanggaran kode etik yang dilakukan 31 anggota Polri, Mahfud MD mengatakan jika ada unsur pidana di dalamnya, maka juga akan diproses lebih lanjut.
"Kalau ditemukan pelanggaran etiknya berhimpitan dengan pidana, misalnya sengaja mencopot CCTV untuk hilangnya jejak dan alat bukti, itu bisa ke pidana juga. Yang penting sekarang telurnya sudah pecah, itu yang kita apresiasi dari Polri," katanya.
Dalam keterangan pers, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan menuntaskan perkara ini termasuk motifnya.
Menurut Kapolri, apa yang menjadi motif pembunuhan Brigadir J merupakan bagian yang harus diselesaikan.
Baca Juga: Hasil Undian Japan Open 2022: Fajar/Rian Hadapi Wakil Tuan Rumah
"Motif penembakan sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman pada saksi, termasuk pada PC (istri Ferdy Sambo)," ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Selasa (9/8/2022) petang.
"Kami membutuhkan keterangan dari ahli dan saksi. Mengungkap motif merupakan bagian yang juga harus kami selesaikan," sambungnya.
Sebelumnya, Kapolri juga menjelaskan bahwa Ferdy Sambo adalah otak dari penembakan pada Brigadir J dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ferdy Sambo adalah orang yang memerintah Brigadir J untuk menghabisi nyawa Brigadir J di rumah dinasnya.
Setelah Brigadir J meninggal, Ferdy Sambo juga yang menggunakan senjata milik Brigadir J untuk menembak dinding dan langit-langit rumah dinas agar terkesan ada baku tembak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Manga Remaja Bertema Gender Just Like Mona Lisa Resmi Diadaptasi Anime TV
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa