/
Rabu, 17 Agustus 2022 | 11:48 WIB
Kisah Sanjoto supir Bung Karno di Semarang saat perang kemerdekaan. (Dok Semarang.suara.com)

Dirinya mengaku, tidak merasa takut saat menjadi pejuang. Karena dirinya merasa tidak ada lagi tempat untuk pulang. 

Diusianya yang cukup beliau untuk maju menjadi pejuang, tidak ada rasa takut dalam hati sanjoto untuk merebut bumi pertiwi. 

Dalam hati sanjoto tetap semangat demi kemerdekaan

"Saat itu kami ikhlas, menjadi seorang bejuang tidak di bayar, hanya di beri makan, asrama dan uang saku (kadang-kadang) dengan jumlah kecil," katanya.

Christ Humas Gets Hotel menuturkan dalam rangka dalam memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia mengadakan acara dengan veteran Republik Indonesia dengan tema Napak Tilas Kemerdekaan. 

"Untuk menumbuhkan rasa perjuangan tanpa Pamrih dan ikhlas, membangun dan meningkatkan kerjasama didalam team untuk meraih satu tujuan bersama," katanya.

Gets Hotel Semarang mengajak semuanya untuk mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan nasional yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

"Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya jasa-jasa para pahlawan," Katanya.

Kegiatan dihadiri 23 veteran ini dimulai pada pukul 1 siang pada Selasa (16/8/2202).

Baca Juga: Di Bali DJ Alan Walker Kibarkan Bendera Merah Putih

Acara dimulai dengan di tanyangkannya film documenter sejarah perumusan proklamasi Indonesia. 

Dilanjut dengan acara sharing veteran dan gelaran makan siang bersama para veteran kemerdekaan.

Load More