SUARA SEMARANG - Kecamatan Semarang Barat menggelar Gebyar Pos PAUD 2022 yang diikuti oleh ratusan anak PAUD di Semarang Barat. Gebyar Pos PAUD 2022 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun.
Anak-anak PAUD di Kecamatan Semarang Barat menunjukkan kreativitas dibidang tarik suara atau menyanyi, menari hingga yel-yel semangat. Tak hanya itu, adapula Festival dolanan anak yang didampingi para tutor memperkenalkan berbagai permainan tradisional kepada anak-anak serta lomba memasak bagi para bunda.
Camat Semarang Barat, Elly Asmara mengatakan, Gebyar Pos PAUD 2022 ini merupakan ajang kreasi anak-anak PAUD di kecamatan Semarang Barat berjumlah lebih dari hampir seribu anak yang berkreasi menampilkan tarian, nyanyian dan sebagainya di depan umum.
Menurut Elly, dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan di Hari Anak Nasional, Kecamatan Semarang Barat menunjukkan komitmennya menjadi kecamatan layak anak dan ramah anak.
"Di Hari Anak Nasional (HAN) 2022 ini, semua elemen di kecamatan Semarang Barat mulai dari
Danramil, Kapolsek beserta Korsatpen, DP3A, PKK dan kader-kader Forum Pos PAUD berkomitmen serta menunjukkan kepeduliannya dalam tumbuh kembang dan perlindungan anak dengan penyelenggaraan Gebyar Pos PAUD 2022," ujar Elly.
Ia berharap, dengan berbagai event tersebut, tumbuh kembang anak-anak di kecamatan Semarang Barat berjalan optimal. "Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam tumbuh kembang anak, termasuk keluarga. Karena keterlibatan keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak, " Imbuh Elly.
Bunda PAUD Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengapresiasi upaya kecamatan Semarang Barat membuat kegiatan positif unjuk bakat dan kreativitas anak.
"Saya sangat mengapresiasi Kecamatan Semarang Barat yang telah menyelenggarakan kegiatan positif dimana anak-anak bisa mengekspresikan kemampuannya baik dibidang bernyanyi, tarian bahkan ada festival dolanan anak yang memperkenalkan mainan anak-anak masa lalu," ujar Tia yang juga merupakan Ketua TP PKK Kota Semarang.
Menurutnya, event ini bisa menjadi ajang kreativitas dan berkreasi bagi anak-anak, sekaligus ajang komunikasi bagi para bunda sehingga bisa bertukar pengalaman dalam tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Jadwal Liga Italia Hari Ini, Verona vs Napoli, Juventus vs Sassuolo: Hilangnya Ikon Klub
Senada, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebut kegiatan yang mengeksplore kemampuan dan rasa percaya diri anak penting dilakukan.
"Jadi saya rasa penting, karena anak-anak ini butuh ruang untuk menampilkan ruang kreasi mereka. Di PAUD dan sekolah mereka telah diajari pengetahuan, keterampilan, adat dan budaya, sehingga ada saatnya perlu ditampilkan dan ini wadahnya," ujar Hendi sapaan akrabnya.
Dari wadah yang bernama Gebyar Pos PAUD ini, lanjut Hendi, akan timbul rasa percaya diri, interaksi dan unjuk bakat anak dengan teman-temannya. "Nah itu cara mendidik anak kita agar percaya diri. Diharapkan dengan kepercayaan diri tersebut mereka tidak malu-malu tampil didepan, bergaul dan akan muncul keberanian," kata Hendi.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Persib vs PSIS Semarang, Gol Penalti David Da Silva Dibalas Gocekan Taisei Marukawa
-
Menyambut HUT RI ke 77, Jajaran Rutan Salatiga Berziarah ke Makam Para Pahlawan Sebagai Bentuk Penghormatan
-
PSIS Semarang Evaluasi 4 Pemain Asing Tak Bermain Maksimal, Siapa Dibuang, CEO Bicara Kedatangan Pemain Baru
-
Persib Bisa Bernapas Lega, Line Up PSIS Semarang Tanpa Carlos Fortes, Ucil dan Hari Nur Yulianto
-
MAB Serahkan 1 Unit Bus Listrik ke Pemkot Semarang, Untuk Angkutan Wisata Keliling Kota
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
-
Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah