/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:33 WIB
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak ketika memenuhi panggilan Bareskrim Polri. (Suara.com/Arga)

SUARA SEMARANG - Kamaruddin Simanjuntak curiga adanya transaksi berupa transfer uang dilakukan Brigadir J kepada salah satu tersangka.

Kamaruddin menemukan adanya transaksi dari rekening Brigadir J ke rekening salah satu tersangka. 

Padahal, saat transaksi tersebut terjadi pada tanggal 11 Juli 2022, dimana Brigadir J sudah meninggal dunia.

“Ternyata benar seperti saya katakan kemarin, saya melibatkan PPATK, mengapa ada transaksi, sedangkan orangnya sudah mati," katanya, melansir fresh.suara.com, Kamis (18/8/2022).

Namun Kamaruddin Simanjuntak tak bisa menunjukkan siapa nama tersangka yang mendapat transaksi kiriman uang dari rekening Brigadir J.

Meski begitu, Kamaruddin Simanjuntak lantas mengarah dugaan pada Ferdy Sambo.

Dia menjelaskan, semasa hidup Brigadir J memiliki empat rekening sekaligus ATM, namun saat setelah kematiannya, dikabarkan raib.

Ia menduga juga jika empat rekening dan ATM atas nama Brigadir J diambil alih oleh Ferdy Sambo.

Jika empat rekening dan ATM Brigadir J dikuras Ferdy Sambo dan tersangka lainnya usai dieksekusi.

Baca Juga: Siaran Langsung PSIS Semarang vs Persik Kediri Tidak di Indosiar, Simak Link Live Streaming di Sini

Kemudian, Kamaruddin menyebut Sambo diduga melakukan transfer sejumlah uang dari rekening korban setelah sang ajudan meninggal.

“Ada 4 rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan, handphonenya, ATM-nya di empat bank, kemudian laptopnya merek Asus dan sebagainya,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin menegaskan, adanya temuan tersebut menguatkan dugaan dia, jika Ferdy Sambo adalah yang menguasai rekening Brigadir J usai dibunuh.

"Jadi terkonfirmasi sudah, memang benar, apa yang saya katakan, memang benar bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi orang mati, masing mengirimkan duit," katanya.

Jika benar kan dugaannya tersebut, Kamaruddin Simanjuntak menyebut oknum tersebut sangat jahat.

"Nah coba, kebayang nggak kejahatannya? Orang mati, dalam hal ini almarhum, transaksi uang, mengirim duit ke rekeningnya salah satu tersangka, ajaib toh? Ah itulah Indonesia,” kata Kamaruddin.

Saat ini Ferdy Sambo masih menjalani pemeriksaan intensif usai mengaku jika ia yang menjadi pelaku dalam perintah pembunuhan Brigadir J.

Load More