/
Jum'at, 09 September 2022 | 07:21 WIB
Tarif naik BRT Trans Semarang tidak naik (semarangkota.go.id)

SUARA SEMARANG - Kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintah tidak mempengaruhi tarif naik Bus Trans Semarang.

Sesuai Perwal Nomor 39 Tahun 2022 tertanggal 27 Juni 2022, Pemerintah Kota Semarang menetapkan tarif Trans Semarang sebesar Rp3.500 untuk penumpang umum yang membayar secara nontunai.

Sedangkan penumpang Trans Semarang yang membayar secara tunai dikenai tarif Rp 4.000.

Hal tersebut dipastikan oleh Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan yang menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum ada rencana menaikan tarif usai pemerintah menaikkan harga BBM.

Dia menyebutkan, layanan Trans Semarang tidak untuk mencari keuntungan melainkan memberikan pelayanan yang mudah dan terjangkau untuk masyarakat Kota Semarang. 

"Trans Semarang bukan profit oriented tapi ini pelayanan untuk masyarakat, jadi kami belum ada rencana menaikkan tarif di tengah naiknya BBM," papar Hendrix, Kamis (8/9/2022).

Senada, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mendukung tidak naiknya tarif Trans Semarang meskipun harga BBM naik.

Menurutnya, Trans Semarang merupakan transportasi yang dibuat Pemkot untuk melayani masyarakat sehingga tidak perlu dilakukan penyesuaian tarif.

"Saya rasa sektor transportasi memang terdampak akibat naiknya harga BBM, tapi khusus Trans Semarang ini harus stabil dan tarifnya tidak perlu dinaikkan," katanya.

Baca Juga: Link Ujian Bucin 2022 Google Form Viral di TikTok, Tes Seberapa Bucin Dirimu

DPRD Kota Semarang bahkan bisa mengupayakan penambahan subsidi pada 2023 mendatang jika harga BBM mengalami kenaikan.

"Kita upayakan saat pembahasan anggaran tahun 2023 tidak naik, kita siap kawal subsidinya saat pembahasan anggaran," tegasnya.

Transportasi yang disediakan Pemkot Semarang ini diyakini tidak akan memberatkan masykarakat di tengah naiknya tarif transportasi yang dikelola swasta.

Dia menambahkan, Trans Semarang diharapkan akan tetap fokus melayani masyarakat dan menjadi transportasi massal yang murah dari Pemkot Semarang dan bukan mencari profit.

"Fokus Trans Semarang ini kan pelayanan, tidak cari keuntungan meskipun menyumbangkan PAD. Kalau mencari keuntungan bisa dilakukan dari sector lainnya," pungkasnya.

Load More