SUARA SEMARANG - Kritik pedas kembali dilontarkan Ekonom senior Rizal Ramli kepada jurus Presiden Jokowi yang bagi-bagi bantuan langsung tunai (BLT), sebagai ganti harga bahan-bakar minyak (BBM) yang naik.
Rizal Ramli gerah dengan ide bagi-bagi BLT hanya sebagai pencitraan Presiden Jokowi usai keputusan menaikkan harga BBM.
Rizal Ramli mengatakan, bagi-bagi BLT oleh Presiden Jokowi hanya sebagai kedok untuk pencitraan usai naikkan harga BBM, bahkan langsung mencapai 30 persen.
Menurut Rizal Ramli, jurus BLT oleh Presiden Jokowi tak akan membuat masyarakat senang, karena tak akan berdampak banyak pada perekonomian mereka.
Menurut Rizal Ramli, nilai BLT hanya sebesar Rp 600 ribu untuk empat bulan tidak akan mencukupi kebutuhan rakyat.
"Iya lah (pencitraan), karena apa? karena kan cuman dapetnya Rp 600 ribu dalam empat bulan satu bulan kan dapat 150 ribu, cuman 5 ribu perak bagaimana ningkatin," kata Rizal Ramli melansir Suara, Rabu (14/9/2022).
Rizal Ramli menilai adanya BLT itu dianggap tidak mengatasi susahnya perekonomian yang dirasakan masyarakat.
Bahkan bila dirata-rata, nilai itu untuk ongkos naik angkutan umum saja tak cukup.
"Ya enggaklah, bagaimana dengan Rp 5 ribu perak perhari bisa mengentaskan kemiskinan? buat uang transport saja tidak cukup kan," ucap dia.
Baca Juga: Momen Erling Haaland Cetak Gol Menakjubkan Bak Ibrahimovic di Laga Man City vs Dortmund
Lebih lanjut, Rizal Ramli menjelaskan, trik BLT hanya jadi alat kampanye bagi Presiden Jokowi.
Lebih frontal, Rizal Ramli mengatakan BLT tak ada manfaatnya.
"Jadi ini alat (pencitraan) untuk Pak Jokowi, alat kampanye dia baik ama rakyat bagi-bagi BLT. Manfaat lainnya nyaris tidak ada," kata dia.
Bagi-bagi BLT di Maluku
Terpisah, Presiden Joko Widodo didampingi Iriana Jokowi menyerahkan bantuan sosial di Maluku.
Tepatnya bagi peserta program keluarga harapan atau PKH di Kantor Pos Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (14/9/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Daftar Pemain Moving Season 2 Terungkap, Ada Wajah Baru dengan Nama Besar
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Polisi Respons Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat