Tujuan Film berdurasi 271 menit ini dibuat untuk mengenang dan mengingat peristiwa kelam pembunuhan Pahlawan Revolusi pada 1965 silam yang dilakukan PKI melalui aksi penculikan pasukan elit Cakrabirawa.
Nama pemeran dan pemain
Film G30S/PKI ini diperankan sejumlah aktor seperti Amoroso Katamsi, Wawan Wanisar, Didi Sadikin.
Kemudian ada Umar Kayam, Keke Tumbuan, Syubah Asa, Ade Irawan, Bram Adrianto, Rudy Sukma, dan lain sebagainya.
Masih jadi kontroversi
Penayangan film G30S/PKI saat ini malah menjadi kontroversi. Ada pihak yang menolak, tetapi ada pula pihak yang menganggap perlu.
Kebanyakan pihak yang menolak adalah mengatasnamakan aktivis HAM dan juga anak cucu para anggota PKI yang saat ini 'terbebas dari hukuman'.
Namun, kelompok lain menilai film tersebut sangat penting untuk mengingat peristiwa penting di Indonesia.
Kisah awal yang disajikan film tentang G30S PKI adalah adanya perencanaan kudeta dan dilanjut dengan aksi penculikan para jenderal.
Aksi tersebut terjadi pada 30 September 1965 yang dilakukan oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon Cakrabirawa.
Para tentara tersebut mengepung rumah-rumah para jenderal dengan menodongkan senjata laras panjang.
Pahlawan Revolusi
Nama-nama Pahlawan Revolusi yang menjadi korban aksi kudeta tersebut di antaranya adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto. Kemudian ada nama Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A Tendean.
Satu di antaranya jenderal yang diculik adalah Brigadir Jenderal Donald Isaac (DI) Panjaitan.
Sekelompok tentara saat itu mengepung rumah DI Panjaitan yang berada di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saat itu, DI Panjaitan sedang berada di lantai dua dan berkaca di lemari besar.
Ia merapikan seragamnya agar tidak terlihat kusut.
Sementara itu, para tentara yang mengepung sudah masuk ke lantai satu.
Tembakan juga dilepaskan dan beberapa perabotan rumah pun pecah.
Istri dan anak DI Panjaitan yang mendengarnya pun merasa takut.
Asisten rumah tangga DI Panjaitan yang ada di lantai satu melaporkan kedua keponakan DI Panjaitan terkena tembakan.
Sang jenderal pun tetap tenang dan mulai turun ke lantai satu.
Para tentara berupaya membawa DI Panjaitan dengan mengatakan bahwa ia dipanggil Presiden Soekarno karena adanya kondisi darurat.
Saat ia sempat berdoa, para tentara pun marah dan memukulkan senjata kepadanya.
Namun, DI Panjaitan berhasil menepisnya dan membuat tentara lain marah.
Putri sulung saksi hidup
Terjadilah baku tembak dan DI Panjaitan pun tewas. Jenazahnya dimasukkan ke truk dan dibawa pergi.
Putri sulungnya melihat darah DI Panjaitan berceceran dan mengusapkannya ke wajah.
Saksi lainnya yang lolos dari penculikan adalah jenderal AH Nasution. Ia melarikan diri melompati tembok meski menjadi korban adalah anak perempuannya Ade Irma Suryani.
Di sisi lain, sang ajudan Lettu Pierre Tendean yang mengaku sebagai jenderal Nasution Akhirnya ditangkap dan disiksa di Lubang Buaya hingga meninggal dunia.
Kisah ini kemudian berlanjut, dalam film saat penumpasan G30S PKI, Mayjen Soeharto mengambil alih tampuk kepemimpinan TNI AD, sebab panglima Jenderal Ahamd Yani meninggal korban penculikan PKI.
Untuk mengetahui kisah cerita selengkapnya bisa saksikan film G30S PKI yang tayang di layar kaca jadwal TV. Berikut jadwal tayang film G30S PKI di TV.
Film Pengkhianatan G30S PKI tersebut tayang di sejumlah stasiusn TV, di antaranya TV One, Trans 7, Trans TV, dan ANTV.
1. TV One: tayang pada Jumat, 30 September 2022 pukul 20.00 WIB.
2. Trans 7: tayang pada Rabu, 28 September 2022 pukul 16.00 WIB.
3. ANTV: tayang pada Selasa, 27 September 2022 pukul 21.00 WIB.
4. Trans TV: tayang pada Senin, 26 September 2022 pukul 21.45 WIB.
5. Net TV: tayang Jumat 30 September 2022, pukul 10.00 WIB.
Selain itu, bisa juga nonton film G30S PKI melalui saluran aplikasi streaming silakan klik link tautan ini: https://m.vidio.com/.
caranya:
1. Buka link di atas.
2. Pilih stasiun TV yang menayangkan film G30S PKI sesuai jadwal yang telah diinformasikan sebelumnya.
Berita Terkait
-
Profil 7 Pahlawan Revolusi yang Diculik dan Dibunuh dalam Tragedi G30S PKI
-
Kick Off Persib vs Persija di BRI Liga 1 Berubah
-
Prediksi Persis Solo vs PSM Makassar di BRI Liga 1 2022/2023 Sore Ini
-
Prediksi Barito Putera vs Persik Kediri di BRI Liga 1 2022/2023 Sore Ini
-
Sinopsis Film G30SPKI, Kisah Pemberontakan yang Tewaskan Pahlawan Revolusi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wanita Hamil Tewas Diduga Dibunuh Suami, Polisi Temukan Sejumlah Senjata Tajam
-
Sinopsis Drama 'Ima kara, Shinyu Yameyo ka', Dibintangi Okamoto Natsumi
-
5 Lampu Emergency Tahan Lama untuk Antisipasi Listrik Padam, Ada yang Awet 20 Jam
-
Rakerwil ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Didorong Jadi Aktor Utama Pembangunan
-
Variety Show Office Worker 3 Siap Tayang, Gong Hyo Jin Jadi Tamu Perdana
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
-
Proyek Dapur MBG Belum Bayar Rp3,5 Miliar, Pengusaha Mengadu ke Pemprov Kaltim
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Jejak Karier Bambang Ismawan, Eks Kasum TNI yang Kini Pimpin PTBA
-
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 2026