SUARA SEMARANG - Para pelaku Sepak Bola mulai dari pelatih, jajaran manajeman ungkapkan rasa duka dengan warna hitam atas kejadian tewasnya 127 orang dalam tragedi Kanjuruhan semalam, ada mantan pelatih Persib Robert Alberts, juru taktik Persija Thomas Doll, hingga Presiden Madura United Achsanul Qosasi.
Tragedi berdarah yang tewaskan setidaknya 127 orang (informasi sementara) hingga Minggu pagi (2/20/2022), mayoritas suporter Arema FC Aremania, dalam insiden polisi tembak gas air mata ke tribun usai laga Arema FC Vs Persebaya, dan klub besar lain Persib, Persija, Madura United ikut menanggapi.
Robert Alberts mantan pelatih Persib Bandung mengunggah gambar hitam pada akun Instagram pribadinya, begitupun dengan Presiden Madura United, serta arsitek Persija Jakarta dangan foto dirinya hitam putih sebagai duka tragedi Kanjuruhan semalam.
Robert Alberts, mantan pelatih Persib mengunggah gambar hitam dan menuliskan sedikit kutipan.
"No words can describe (tak ada kata-kata yang bisa menjelaskan)," tulis @robertrenealberts.
Bos Persib Bandung Teddy Tjahjono juga mengungkapkan rasa duka atas insiden ini.
Thomas Doll, pelatih baru Persija Jakarta juga mengunggah foto dirinya dengan lambang pita hitam.
"Think bigger, that your life means more than just football (Berpikirlah lebih besar, bahwa hidupmu lebih berarti dari sekedar sepak bola)," tulisnya.
Sementara itu Presiden Madura United, Achsanul Qosasi juga mengunggah gambar hitam pada akun Instagram @achsanul.qosasi.
Bahkan dia menuntut pertanggungjawaban dari federasi.
Dia juga meminta Liga 1 dihentikan dahulu hingga ada langkah selanjutnya.
"Tragedi 1 Oktober 2022. Hentikan dulu.. Berhenti!! Mari menghukum diri sendiri. Ini tanggung jawab federasi, jangan malu untuk mundur, karena ini bagian dari tanggung jawab," tulis Achsanul Qosasi.
"Kalaupun Liga ini dihentikan, Madura siap mendukung. Saya tidak setuju bila dihentikan satu pekan. Klub jangan bertanding dulu, menunggu sampai ada langkah dan keterangan dari FIFA. Langkah ini sebagau hormat dan duka kita terhadap korban dan keluarga yang ditinggal. Alfatihah, semoga surga di tempatnya," lanjut Achsanul Qosasi.
Manajamen Arema FC mengungkapkan permintaan maaf atas insiden yang terjadi menewaskan hingga lebih dari 100 orang usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, di sisi lain penggunaan gas air mata di dalam stadion dikritik habis dengan akibat yang fatal.
Manajemen Arema FC selain permohonan maaf juga membuka Crisis Center untuk membantu Aremania yang jadi korban tragedi Kanjuruhan semalam, usai laga Arema FC Vs Persebaya.
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Tewasnya Ratusan Nyawa di Stadion Kanjuruan Bikin Gus Miftah Nangis: Yang Kita Bela Sepak Bola, Bukan Agama!
-
Fakta Tragedi Kanjuruhan: Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas, Polisi Tembak Gas Air Mata, Main Malam, Suporter Invasi Lapangan
-
Update Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya, Ada yang Meninggal di Stadion dan RS
-
Soroti Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Jangan Memaksa Pertandingan Selalu Malam Hari
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Poin Penting Kasus Pencemaran Asam Nitrat PT Vopak Terminal Merak yang Bikin Geger Cilegon
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong