SUARA SEMARANG - Bagi yang sudah membeli tiket pertandingan PSIS Semarang vs Bhayangkara FC, tidak perlu khawatir jika tiket akan hangus.
Melalui akun instagram resmi @psisofficial, PSIS Semarang mengkonfirmasi bahwa tiket laga PSIS Semarang vs Bhayangkara FC bisa digunakan untuk pertandingan tunda.
Selain itu, tiket PSIS Semarang vs Bhayangkara FC juga bisa ditukar dengan voucher PSIS Store atau dikembalikan menjadi uang.
Dalam akun instagram PSIS Semarang, berikut ini opsi soal tiket PSIS Semarang vs Bhayangkara FC:
1. Tiket online dan offline dapat dipakai di pertandingan tunda PSIS Semarang vs Bhayangkara FC
2. Tiket offline dapat ditukar sebagai voucher di PSIS Store seharga tiket tersebut
3. Tiket offline dapat dikembalikan berupa uang di ticket box
4. Tiket online dapat direfund dengan melakukan prosedur sesuai dengan email yang dikirim tiket.com
Tiket PSIS Semarang vs Bhayangkara FC tersebut dapat ditukarkan dengan voucher atau uang dengan ketentuan berikut ini:
1. Tiket offline hanya dapat ditukar di tempat pembelian ticket box sebelumnya
2. Bagi yang ingin menggunakan untuk voucher PSIS Store, harap diinformasikan tempat pembelian tiket sebelumnya
3. Batas waktu pengembalian tiket pada tanggal 6-11 Oktober 2022. Selepas tanggal tersebut tiket dianggap tetap dipakai untuk pertandingan tunda PSIS Semarang vs Bhayangkara FC.
Diketahui, pertandingan PSIS Semarang vs Bhayangkara FC mengalami penundaan karena adanya insiden di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022).
Ratusan penonton meninggal dalam kejadian tersebut sehingga PSSI dan PT LIB memutuskan untuk menghentikan BRI Liga 1.
Di pekan kesebelas, ada dua laga yang belum sepat digelar, yakni PSIS Semarang vs Bhayangkara FC dan Persib Bandung vs Persija Jakarta yang dijadwalkan sebelumnya digelar pada Minggu 2 Oktober 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?