/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:32 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Ia menyebut salah satu saksi yang diperiksa berinisial AG, juga sudah menjalani lie detector.

"Dua orang saksi (sudah diperiksa dan dites) lie detector. Salah satunya berinisial AG," kata Iqbal, melalui pesan WhatsApp dari asisten peliputan Cahyadi Abdillah, Rabu (12/10/2022).

Di beritakan sebelumnya, mayat Iwan Budi ditemukan terbakar pada Kamis sore (8/9/2022) lalu di Kawasan Pantai Marina.

Sebelumnya juga Iwan Budi diberitakan hilang pada 24 Agustus 2022 yang mana seharusnya dia dipanggil Polrestabes Semarang sebagai saksi dugaan korupsi aset.

Jenazah Iwan Budi ditemukan tidak utuh saat olah TKP, yakni tidak ada bagian tubuh seperti kepala dan tangan kanan. Hanya tersisa yakni tangan kiri, lengan kiri, tungkai kanan maupun kiri.

Selain itu, jenazah Iwan Budi juga dalam kondisi hangus terbakar hampir 100 persen. Pada TKP ditemukan barang bukti seperti laptop dan nametag papan nama atas Iwan Budi. Serat motor dinas korban dalam kondisi terbakar juga.

Polisi juga menemukan sebilah pisau yang ikut hangus terbakar pada jenazah korban. Di duga pisau digunakan pelaku pembunuham untuk menusuk atau memotong bagian tubuh korban.

Dalam pemeriksaan hasil tes DNA pada sisa temuan tubuh korban dipastikan oleh pihak kepolisian Polda Jateng 100 persen identik adalah Iwan Budi.

Hasil tes DNA yang diambil dari sampel jenazah di lokasi, diketahui identik dengan sosok Iwan Budi. Hal ini setelah dicocokkan dengan sampel anak Iwan Budi.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang Iwan Budi, Polda Jateng: 2 Saksi Diperiksa Lie Detector

Setelah dilakukan autopsi, jenazah Iwan Budi dimakamkan di komplek TPU Salaman Mloyo Kota Semarang pada Kamis (22/9/2022).

Load More