/
Senin, 24 Oktober 2022 | 16:01 WIB
Ilustrasi virus COVID-19 varian Omicron XBB (Freepik)

SUARA SEMARANG -- Baru saja masyarakat tenang dengan sepinya pemberitaan akan Covid-19, dan sejumlah kegiatan tatap muka pun mulai berjalan. Namun baru-baru ini, Omicron XBB, subvarian terbaru dari Covid-19 terdeteksi di Indonesia.

Kasus pertama XBB di Indonesia adalah transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagaimana dilansir dari laman SehatNegeriku, Sabtu (22/10/2022).

Wanita yang dinyatakan positif Covid-19 pada 26 September 2022 tersebut merasakan gejala omicron XBB seperti batuk, pilek, dan demam. Setelah menjalani isolasi, ia dinyatakan sembuh pada tanggal 3 Oktober 2022.

Menyusul temuan tersebut, Kemenkes lantas bergegas untuk melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif Covid-19 varian XBB.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan agar kita tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Karena ujian dari varian terbaru ini, diperkirakan pada awal tahun mendatang.

"Tapi ujiannya nanti, akan kita lihat di awal tahun. Kita tahu Singapura yang tadinya hanya ratusan kasusnya sekarang naik menjadi 6 ribu kasus per hari lebih tinggi dari Indonesia yang cuma 2 ribu kasus per hari padahal penduduk Singapura 5 juta, sedangkan penduduk kita 270 juta,” katanya.

Sebagai antisipasi, kita juga perlu mengenali gejala Covid-19 varian XBB.
Dilansir dari laman Prevention, tanda Omicron XBB kurang lebih sama dengan subvarian Omicron yang sebelumnya, antara lain adalah sebagai berikut:
- Demam
- Menggigil kedinginan
- Batuk
- Sesak napas atau napas terasa berat dan rasanya tidak lega
- Badan mudah lelah dan juga lemas
- Mengalami nyeri otot atau sekujur tubuh dan rasanya sakit
- Sakit kepala
- Lidah tidak ada rasa atau hidung tidak bisa mencium bau apapun
- Sakit tenggorokan
- Pilek atau hidung tersumbat
- Mual atau muntah
- Sakit perut hingga diare.

Dikatakan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan, Covid-19 varian baru ini cepat menular seperti karakteristik Omicron lainnya. Hanya saja, potensi fatalnya relatif rendah jika dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Meski demikian, seluruh masyarakat harus tetap waspada dengan penularan Covid-19 dan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga: Inilah Daftar 133 Produk Nama Obat Sirup Teruji Tak Gunakan Satupun dari Empat Bahan Pelarut

Load More